Tampilkan postingan dengan label Tanda dan Gejala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanda dan Gejala. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Januari 2017

Kenali Jenis-Jenis Gangguan Kepribadian dan Gejalanya


Gangguan kepribadian adalah suatu kondisi yang menyebabkan penderitanya memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dan berbeda dari rata-rata orang biasanya.

Jenis-Jenis dan Gejala Gangguan Kepribadian

Paranoid


Paranoid (Paranoid Personality Disorder) adalah gangguan mental yang diderita seseorang yang meyakini bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya. Dikatakan sebagai bentuk gangguan bila perilaku tersebut sifatnya irasional, menetap, mengganggu, dan membuat stres.

Gejala-gejala utama yang dirasakan oleh penderita skizofrenia paranoid adalah:
  • Halusinasi suara.
  • Merasa cemas, curiga, berhati-hati, dan suka menyendiri.
  • Gangguan persepsi.
  • Merasa dirinya lebih hebat dari kenyataan (delusi kebesaran).
  • Delusi paranoid yang rutin dan stabil.
  • Mengalami perasaan cemburu tidak realistis (delusi cemburu).
Selain gejala-gejala utama, penderita skizofrenia paranoid juga mengalami beberapa gejala ringan yaitu:
  • Suasana hati yang tidak stabil (tapi gejalanya disini lebih ringan dibanding pada skizofrenia jenis lain).
  • Terobsesi dengan kematian, sekarat, atau kekerasan.
  • Merasa terperangkap atau putus asa.
  • Mengucapkan salam perpisahan yang tidak biasa.
  • Mendata orang-orang terdekat untuk membagikan barang-barang pribadi.
  • Meningkatnya konsumsi minuman keras atau obat-obatan.
  • Berubahnya pola tidur dan makan.

Schizoid



Gangguan kepribadian schizoid (Schizoid Personality Disorder) adalah salah satu kelainan dimana terjadi suatu keterbatasan terhadap ekspresi emosi dan pengalaman seseorang. Seseorang dengan gangguan ini tetap mampu melakukan kegiatannya sehari-hari, tetapi tidak dapat membentuk suatu hubungan yang dekat dengan orang lain. Mereka suka menyendiri dan sangat sering melamunkan sesuatu hal secara berlebihan. Gangguan ini timbul sejak dewasa muda dikarenakan adanya penyimpangan dari perilaku sosial dan emosi yang menghambat seseorang tersebut untuk bisa berteman dekat dengan orang lain, dimulai pada saat remaja atau dewasa muda secara terus menurus akan berakibat gangguan fungsi atau stress internal.

Gangguan kepribadian schizoid adalah sebagai berikut :
  • Lebih suka berada sendirian atau menyendiri
  • Merasa tidak mampu untuk mengalami kesenangan
  • Merasa bingung tentang bagaimana merespon isyarat sosial yang normal dan umumnya hanya sedikit untuk mengatakan
  • Kurangnya keinginan untuk hubungan sesual
  • Membosankan, acuh tak acuh atau emosional yang dingin
  • Merasa tidak termotivasi dan cenderung malas bekerja

Schizotypal


Schizotypal (Schizotypal personality disorder) adalah gangguan kepribadian yang membuat seseorang cenderung menjadi penyendiri. Penderitanya sangat cemas terhadap situasi sosial dan cenderung menyalahkan kegagalan sosialnya kepada orang lain.

Gejala gangguan kepribadian schizotypal meliputi:
  • Salah menginterpretasi peristiwa, termasuk perasaan bahwa peristiwa eksternal memiliki makna pribadi
  • Berpikir, keyakinan atau perilaku aneh
  • Kepercayaan pada kekuasaan khusus, seperti telepati
  • Perubahan persepsi
  • Emosi datar atau respon emosional yang tidak pantas
  • Kurangnya teman dekat di luar keluarga dekat
  • Gigih dan kecemasan sosial yang berlebihan

Anti sosial

Anti sosial (antisocial personality disorder) adalah keperibadian seseorang yang menunjukkan ketidak-acuhan, ketidak-pedulian, dan/atau permusuhan yang seronok kepada orang lain, terutama yang berkaitan dengan norma sosial dan budaya. Orang yang antisosial biasanya blak-blakan dan tidak memedulikan hak dan perasaan orang lain.

Gejala dari penderita antisocial personality disorder biasanya dapat terlihat dari berbagai perbuatan dan sikap berikut.
  • Berbohong, berbuat jahat, dan mengeksploitasi orang lain demi keuntungan sendiri
  • Berlaku kasar
  • Marah dan agresif
  • Berkelahi atau menyerang orang lain
  • Melanggar hukum
  • Tidak peduli pada keselamatan dan keamanan orang lain atau dirinya sendiri
  • Tidak menunjukkan penyesalan setelah menyakiti orang lain
  • Gagal memenuhi kewajiban sosial atau tanggung jawab pekerjaan
  • Mengkonsumsi obat-obatan terlarang


Borderline

Gangguan kepribadian ambang atau borderline (Borderline personality disorder) adalah sejenis gangguan kepribadian tetapi tidak hanya sebatas gejala penyakit mental saja. Penyakit ini merupakan gangguan emosional yang menyebabkan ketidakstabilan emosi dan mengakibatkan stres serta masalah lainnya.

Gejala-gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Merasa takut diabaikan sehingga membuat penderitanya menghindari perpisahan, kritik, atau penolakan.
  • Perubahan citra dan identitas diri yang berlangsung dengan cepat sehingga memengaruhi nilai-nilai dan tujuan yang diketahuinya. Penderita BPD dapat memandang dirinya sebagai sosok yang buruk, menyerupai sosok antagonis di dalam sebuah film.
  • Mengalami periode stres yang memicu paranoia, serta kehilangan hubungan dengan kenyataan yang dapat berlangsung hingga beberapa jam.
  • Mengalami perubahan suasana hati yang berlangsung hingga berhari-hari.
  • Memiliki perilaku impulsif yang berisiko dan terkadang berbahaya, seperti judi, hubungan sessual yang tidak aman, mengemudi dengan ceroboh, atau boros. Seseorang dengan BPD dapat berhenti dari pekerjaannya tanpa alasan yang jelas atau mengakhiri hubungan asmara yang pada dasarnya baik.
  • Mudah kehilangan kesabaran dan menjadi sangat marah hingga dapat memicu pertengkaran atau perkelahian.
  • Pada suatu momen dapat menghormati atau menyayangi seseorang, namun kemudian berubah dan menganggap orang tersebut sebagai sosok yang buruk.
  • Merasakan kekosongan secara psikologis yang berlangsung terus-menerus.
  • Dapat berperilaku menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri sebagai reaksi dari penyaluran amarah, menghukum diri sendiri, rasa takut ditinggalkan, atau penolakan.


Histrionic

Menurut American Psychiatric Association (APA) Histrionic Personality Disorder didefinisikan sebagai gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola emosi yang berlebihan dalam mencari perhatian, termasuk perilaku seduktif yang tidak tepat dan kebutuhan yang berlebihan untuk penerimaan.

Gejala-gejala gangguan kepribadian Histrionic :
  • Tidak merasa nyaman jika tidak menjadi pusat perhatian.
  • Bertingkah agar mendapat perhatian, biasanya dengan berperilaku yang bisa meraangsang gaiirah sessual orang lain.
  • Bisa mengubah ekspresi emosi dengan cepat atau berpura-pura dengan tujuan untuk memberikan perhatian pada orang lain.
  • Konsistensi dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan penampilan yang mencolok agar menjadi pusatperhatian.
  • Suka berbohong untuk mendapatkan perhatian orang lain
  • Sensitif terhadap kritikan dan penolakan.
  • Mudah frustasi dan tidak mudah puas.


Narcissistic

Narcissistic Personality Disorder adalah suatu perilaku arogan, kurangnya empati untuk orang lain, dan kebutuhan untuk kekaguman yang semuanya harus konsisten jelas di tempat kerja dan dalam hubungan sosial. Orang yang mengalami gejala ini (narsisis/narcissist) sering digambarkan sebagai sifat sombong, egois, manipulatif, dan menuntut.

Gejala Narcissistic Personality Disorder
  • Sensitif terhadap kritik dengan marah, malu atau penghinaan.
  • Mengambil keuntungan dari orang lain untuk mencapai tujuan sendiri.
  • Melebih-lebihkan kepentingnya sendiri.
  • Melebih-lebihkan prestasi dan bakat.
  • Berfantasi realistis tentang kesuksesan, kekuasaan, kecantikan, kecerdasan atau asmara.
  • Mudah percaya bahwa orang lain cemburu atau iri padamu.
  • Mengabaikan perasaan orang lain, tidak memiliki empati (egois).
  • Percaya bahwa anda lebih baik daripada yang lain, istimewa dan bertindak sesuai keinginan pribadi.
  • Mengharapkan pujian konstan dan kekaguman dari orang lain.
  • Mengharapkan orang lain untuk setuju dengan ide-ide dan rencana anda.
  • Mengekspresikan penghinaan bagi orang lain dan merasa orang lain lebih rendah dari anda.
  • Sulit menjalin hubungan yang sehat.
  • Menetapkan tujuan yang tidak realistis.
  • Memiliki harga diri yang rapuh.


Avoidant

Gangguan kepribadian menghindar (Avoidant Personality Disorder) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu mengalami hambatan-hambatan sosial, rasa tidak percaya diri, sensitif mengevaluasi diri dan menghindari interaksi sosial.

Ciri-ciri pengidap Avoidant Personality Disorder antara lain :
  • Menghindari aktivitas yang melibatkan atau berhubungan dengan orang lain karena rasa takut akan dikritik, tidak diterima atau ditolak.
  • Tidak mau berhubungan dengan orang lain kecuali orang-orang tertentu yang menyukainya.
  • Menahan dan mengekang dirinya agar tidak akrab dengan orang lain yang disebabkan oleh rasa malu atau takut diejek oleh orang lain
  • Menghindari yang disebabkan rasa takut terhadap situasi-situasi sosial yang akan membuatnya ditolak atau dikritik orang banyak. Dimana ada kekhawatiran yang berlebihan terhadap kritik dan penolakan dalam situasi sosial.
  • Merasa dirinya tidak pantas dalam berbagai situasi ketika berhubungan dengan orang lain dalam kata lain pengidap gangguan ini merasa dirinya tak mampu, tidak menarik atau lebih rendah dari orang lain.
  • Merasa dirinya tidak layak, tidak menarik dan perasaan-perasaan inferioritas terhadap orang-orang
  • Segan berperan aktif dalam beraktivitas atau kegiatan baru lainnya disebabkan adanya perasaan malu
  • Perasaan tegang dan takut yang menetap dan pervasif.
  • Pembatasan gaya hidup karena alasan kemampuan fisik.


Dependent

Gangguan kepribadian dependen atau ketergantungan adalah suatu kecemasan tentang interaksi interpersonal, kecemasan itu bersumber dari kebutuhan dalam diri individu untuk diperhatikan oleh orang lain, daripada kekhawatiran mereka akan dikritik.

Karakteristik umum lainnya dari gangguan kepribadian ini meliputi:
  • Ketidakmampuan untuk membuat keputusan, bahkan keputusan sehari-hari seperti apa yang akan dikenakan, tanpa saran dan jaminan dari orang lain
  • Menghindari tanggung jawab orang dewasa dengan bertindak pasif dan tak berdaya; ketergantungan pada pasangan atau teman untuk membuat keputusan seperti di mana untuk bekerja dan hidup
  • Ketakutan yang intens ditinggalkan dan rasa kehancuran atau tidak berdaya ketika hubungan berakhir; seseorang dengan gangguan kepribadian dependen sering cepat berganti pasangan ketika hubungan sebelumnya berakhir.
  • Terlalu peka terhadap kritik
  • Pesimisme dan kurangnya rasa percaya diri, termasuk keyakinan bahwa mereka tidak mampu merawat diri mereka sendiri
  • Menghindari untuk mengungkapkan ketidaksetujuan dengan orang lain karena takut kehilangan dukungan atau persetujuan
  • Ketidakmampuan untuk memulai proyek atau tugas karena kurangnya rasa percaya diri
  • Kesulitan sendirian
  • Mudah mentolerir perlakuan dan pelecehan dari orang lain
  • Menempatkan kebutuhan orang di atas mereka sendiri
  • Kecenderungan untuk menjadi naif dan berfantasi


Obsessive Compulsive

Gangguan obsesif kompulsif atau yang lebih sering dikenal dengan singkatan OCD adalah kelainan psikologis yang menyebabkan seseorang memiliki pikiran obsesif dan perilaku yang bersifat kompulsif.

Di bawah ini merupakan gejala dan tipe yang bisa ditemukan pada penderita OCD.
  • Washers : Gejala ini menjelaskan saat seseorang selalu takut akan terkontaminasi bakteri, kuman, atau kotoran yang berpindah ke tubuh mereka. Penderita umumnya akan mencuci tangan atau bagian tubuhnya yang dirasa kotor secara berulang kali. Penderita OCD tidak segan untuk membersihkan rumah, tubuh, dan apapun yang mereka takuti kotor, demi memenuhi kenginan kompulsifnya agar terhidar dari kuman atau kotoran yang dihindari.
  • Checkers : Gejala OCD yang satu ini menyerang penderitanya untuk selalu memeriksa sesuatu berulang kali. Pada tipe ini, umumnya tidak berbeda dengan penderita tipe washers. Penderita OCD akan melakukan pengecekan berulang kali kepada hal, benda, atau barang yang berbahaya.
  • Symmetry dan Orderliness : Pada gejala tipe ini, sering mengalami fokus untuk mengatur setiap hal secara berurutan, rapi, simetris dan sejajar.
  • Hoarding : Gejala di mana seseorang suka atau berkeinginan untuk mengumpulkan barang-barang bekas yang di temukan. Penderita berpikiran bahwa barang itu penting dan akan berguna ke depannya.


Depressive

Depresi adalah gangguan mental yang setiap orang berpeluang mengalaminya. Banyak dari kita kebingungan untuk membedakan antara depresi, stress dan kesedihan. Belum lagi membedakan beberapa jenis dari depresi, misalnya unipolar depression, biological depression, manic depression, seasonal affective disorder, dysthymia, dan lainnya. Ada begitu banyak istilah yang digunakan untuk menggambarkan tentang depresi.

Berikut ini beberapa gejala dari depresi :
  • Terus menerus merasa sedih, cemas, atau suasana hati yang kosong
  • Perasaan putus asa dan pesimis.
  • Perasaan bersalah, tidak berdaya dan tidak berharga.
  • Kehilangan minat atau kesenangan dalam hobi dan kegiatan yang pernah dinikmati.
  • Penurunan energi dan mudah kelelahan.
  • Kesuultan berkonsentrasi, mengingat, atau membuat keputusan.
  • Insomnia, pagi hari terbangun, atau tidur berlebihan.
  • Nafsu makan berkurang bahkan sangat berlebihan. Penurunan berat badan bahkan penambahan berat badan secara drastis.
  • Selalu berpikir kematian atau bunuh diri, percobaan bunuh diri
  • Gelisah dan mudah tersinggung
  • Terus menerus mengalami gejala fisik yang tidak respon terhadap pengobatan, seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, dan sakit kronis


Passive–aggressive (Negativistic)

Passive-aggressive personality disorder adalah pola perilaku destruktif (merusak) yang dapat merusak kepercayaan antar orang. Atau gangguan emosi yang tidak bisa diungkapkan tetapi ditahan dan sewaktu-waktu dapat meledak emosi tersebut (marah,dendam dll).

Beberapa gejala pasif agresif :
  • Non-Komunikasi : tidak mau berkomunikais secara jelas.
  • Menghindari / Mengabaikan ketika anda begitu marah bahwa anda merasa tidak dapat berbicara dengan tenang dan anda memilih untuk menghindar.
  • Menunda-nunda tugas yang penting karena anda memiliki masalah dengan orang yang berhubungan dengan tugas itu dan lebih memilih untuk melakukan hal yang tidak penting
  • Menghalangi atau sengaja mengulur-ulur waktu dan mencegahsuatu perubahan
  • Ambiguitas menjadi samar, tidak jelas, tidak sepenuhnya terlibat dalam percakapan
  • Merajuk bersikap diam, murung, cemberut dan marah untuk mendapatkan perhatian.
  • Mengabaikan pendapat orang lain.
  • Membuat alasan untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak ingin dia lakukan
  • Menunjukan ketidakberdayaan di mana seseorang terus menerus bertindak sepertinya mereka tidak dapat membantu diri mereka sendiri dan dengan sengaja melakukan pekerjaan yang buruk pada sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya.


dari berbagai sumber

Kamis, 19 Januari 2017

Tanda dan Gejala Anak yang Mungkin Berisiko Disleksia


Disleksia adalah sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun. Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena faktor intelegensi yang rendah (kelain mental ), akan tetapi dapat juga disebabkan oelh faktor–faktor non–intelegensi. Ditandai dengan kesulitan belajar membaca dengan lancar dan kesulitan dalam memahami meskipun normal atau di atas rata-rata. Diseleksia adalah kesulitan belajar yang paling umum dan gangguan membaca yang paling dikenal.

Kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses belajar yang ditandai hambatan–hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Dengan demkian, IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar, karena itu dalam rangka memberikan bimbingan yang tepat kepada setiap anak didik, maka para pendidik perlu memahami masalah–masalah yang berhubungan dengan kesulitan belajar.

Penderita disleksia secara fisik tidak akan terlihat sebagai penderita. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak. Hal ini yang sering menyebabkan penderita disleksia dianggap tidak konsentrasi dalam beberapa hal. Dalam kasus lain, ditemukan pula bahwa penderita tidak dapat menjawab pertanyaan yang seperti uraian, panjang lebar.

Selain memengaruhi kemampuan membaca dan menulis, disleksia juga ditengarai juga memengaruhi kemampuan berbicara pada beberapa pengidapnya. Disleksia merupakan kelainan dengan dasar kelainan neurobiologis, dan ditandai dengan kesulitan dalam mengenali kata dengan tepat/akurat, dalam pengejaan dan dalam kemampuan mengkode symbol.

Ada dua tipe disleksia, yaitu developmental dyslexsia (bawaan sejak lahir) dan aquired dyslexsia (didapat karena gangguan atau perubahan cara otak kiri membaca).

Developmental dyslexsia diderita sepanjang hidup pasien dan biasanya bersifat genetik. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyakit ini berkaitan dengan disfungsi daerah abu-abu pada otak. Disfungsi tersebut berhubungan dengan perubahan konektivitas di area fonologis (membaca). Beberapa tanda-tanda awal disleksia bawaan adalah telat berbicara, artikulasi tidak jelas dan terbalik-balik, kesulitan mempelajari bentuk dan bunyi huruf-huruf, bingung antara konsep ruang dan waktu, serta kesulitan mencerna instruksi verbal, cepat, dan berurutan. Pada usia sekolah, umumnya penderita disleksia dapat mengalami kesulitan menggabungkan huruf menjadi kata, kesulitan membaca, kesulitan memegang alat tulis dengan baik, dan kesulitan dalam menerima.


Gejala disleksia mungkin sulit disadari sebelum anak masuk sekolah, tetapi beberapa gejala awal dapat mengidentifikasi masalah tersebut. Ketika anak mencapai usia sekolah, guru dari anak mungkin menjadi yang pertama menyadari masalah tersebut.

Sebelum sekolah
Tanda dan gejala anak yang mungkin berisiko disleksia antara lain:
  • Terlambat berbicara
  • Menambah kosa kata dengan lambat
  • Kesulitan “rhyming” (rima kata).

Usia sekolah
Ketika anak di sekolah, gejala disleksia mungkin menjadi lebih terlihat, termasuk di antaranya:
  • Membaca pada tingkat (level) di bawah apa yang diharapan untuk usia anak
  • Bermasalah dalam memproses dan memahami sesuatu yang anak dengar
  • Kesulitan dalam memahami secara utuh instruksi yang cepat
  • Bermasalah dalam mengikuti instruksi lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan
  • Ketidakmampuan untuk mengucapkan pelafalan dari kata-kata yang tidak familiar
  • Kesulitan melihat (dan pada saat tertentu mendengar) persamaan dan perbedaan di dalam surat atau kata-kata.
  • Melihat surat/ kata-kata secara terbalik (b untuk d atau “saw” untuk “was”)–walaupun melihat kata-kata atau surat secara terbalik itu biasa untuk anak kecil, yang tidak mengalami disleksia, di bawah umur 8 tahun. Anak yang mengalami disleksia akan terus melihat secar terbalik setelah melewati umur tersebut.
  • Kesulitan mengeja
  • Sulit mempelajari bahasa asing

Senin, 16 Januari 2017

Penyebab dan 10 Gejala Umum Penyakit Alzheimer


Penyakit alzheimer adalah hilangnya intelektual dan kemampuan bersosialisasi yang cukup parah untuk mempengaruhi aktivitas harian. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua. Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia lanjut sekitar 65 tahun ke atas. Nama penyakit Alzheimer berasal dari nama Dr. Alois Alzheimer, dokter berkebangsaan Jerman yang pertama kali menemukan penyakit ini pada tahun 1906. Dr. Alzheimer memperhatikan adanya perubahan jaringan otak pada wanita yang meninggal akibat gangguan mental yang belum pernah ditemui sebelumnya.

Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer bukan merupakan bagian dari proses penuaan secara normal, akan tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Lima persen orang berusia di antara 65-74 tahun mengidap penyakit Alzheimer, dan hampir 50 persen orang yang berusia lebih dari 85 tahun memiliki penyakit Alzheimer.

Penyebab

Tak satupun faktor yang muncul menjadi penyebab Alzheimer. Ilmuwan percaya bahwa penyakit ini merupakan kombinasi antara genetik, gaya hidup dan faktor lingkungan. Alzheimer merusak dan membunuh sel otak.

Dua jenis kerusakan sel otak (neuron) yang biasa terjadi pada orang pengidap Alzheimer :
  • Plaques / plak :Gumpalan protein yang disebut beta-amyloid mempengaruhi komunikasi antara sel-sel otak. Meskipun tidak diketahui ada kasus Alzheimer yang menyebabkan kematian, fakta menunjukkan bahwa proses yang tidak normal dari protein beta-amyloid kemungkinan menjadi penyebab.
  • Tangles / kusut :Struktur pendukung dalam sel otak tergantung pada normalnya fungsi protein bernama tau. Pada orang dengan Alzheimer, benang protein tau mengalami perubahan yang menyebabkan mereka menjadi tidak waras. Banyak ilmuan percaya bahwa ini adalah kerusakan neuron dan dapat menyebabkan kematian bagi penderita Alzheimer.

Berikut ini adalah 10 tanda dan gejala penyakit Alzheimer :
  • Gangguan memori yang memengaruhi keterampilan pekerjaan, seperti; lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan, lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air,
  • Kesulitan melakukan tugas yang biasa dilakukan, seperti; tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri.
  • Kesulitan bicara dan berbahasa
  • Disorientasi waktu, tempat dan orang, seperti; keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak tahu membeli barang ke kedai, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat.
  • Kesulitan mengambil keputusan yang tepat
  • Kesulitan berpikir abstrak, seperti; orang yang sakit juga mendengar suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan.
  • Salah meletakkan barang
  • Perubahan mood dan perilaku, seperti; menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya.
  • Perubahan kepribadian, seperti; seperti menjerit, terpekik dan mengikut perawat ke mana saja walaupun ke WC.
  • Hilangnya minat dan inisiatif.

Jumat, 06 Januari 2017

Pengertian, Penyebab, Tanda dan Gejala Oligohidramnion (Cairan Ketuban Terlalu Sedikit)

Pengertian  Oligohidramnion

Oligohidramnion adalah suatu keadaan dimana air ketuban kurang dari normal, yaitu kurang dari 500 cc. VAK (Volume Air Ketuban) meningkat secara stabil saat kehamilan, volumenya sekitar 30 cc pada 10 minggu dan mencapai puncaknya 1 liter pada 34-36 minggu, yang selanjutnya berkurang. Rata-rata sekitar 800 cc pada akhir trisemester pertama sampai pada minggu ke-40. Berkurang lagi menjadi 350 ml pada kehamilan 42 minggu, dan 250 ml pada kehamilan 43 minggu. Tingkat penurunan sekitar 150 ml/minggu pada kehamilan 38-43 minggu.
Saat didiagnosis pada pertengahan kehamilan, kelainan ini sering berkaitan dengan agenesis renal (tidak adanya ginjal) atau sindrom Potter, yaitu bayi yang menderita hypoplasia pulmoner. Jika terdiagnosis sebelum kehamilan 37 minggu, hal ini kemungkinan berkaitan dengan abnormalitas janin atau ketuban pecah dini yang menyebabkan cairan amnion gagal berakumulasi kembali.

Jumlah cairan aminon yang terlalu sedikit dapat berakibat pada kurangnya ruang intauterin, dan jika terjadi pada waktu yang lama akan menyebabkan deformitas kompresi. Wajah bayi akan tampak seperti terjepit, hidung rata, mikrognatia (deformitas rahang), dan kulit bayi akan terlihat kering dan kasar. Kejadian oligohidramnion kadang dijumpai pada kehamilan lebih bulan, dan diyakini berkaitan dengan insufisiensi placenta. Jika fungsi placenta berkurang, perfusi ke sistem organ janin juga akan berkurang, termasuk ke ginjal. Penurunan pembentukan urin janin menyebabkan oligohidramnion karena komponen utama cairan amnion adalah urin janin.



Penyebab Oligohidramnion

Penyebab oligohidramnion secara pasti belum jelas, tetapi kemungkinan ada ketrekaitan dengan renal agenosis janin. Penyebab primer yang lain mungkin karena amnion yang kurang baik pertumbuhannya dan penyebab sekunder yang lain, misalnya pada ketuban pecah dini (premature rupture of the membrane = PROM).

Penyebab sekunder biasanya dikaitkan dengan :
  1. Pecahnya membran ketuban.
  2. Penurunan fungsi ginjal atau terjadinya kelinan ginjal bawaan pada janin sehingga produksi urin janin berkurang, padahal urin janin termasuk salah satu sumber terbentuknya air ketuban.
  3. Kehamilan post-term sehingga terjadinya penurunan fungsi plasenta.
  4. Gangguan pertumbuhan janin
  5. Penyakit yang diderita ibu seperti Hipertensi, Dibetes mellitus, gangguan pembekuan darah, serta adanya penyakit autoimmune seperti Lupus.
Penyebab oligohidramnion tidak dapat dipahami sepenuhnya. Mayoritas wanita hamil yang mengalami tidak tau pasti apa penyebabnya. Penyebab oligohidramnion yang telah terdeteksi adalah :
  1. Cacat bawaan janin dan bocornya kantung / membran cairan ketuban yang mengelilingi janin dalam rahim.
  2. Sekitar 7% bayi dari wanita yang mengalami oligohidramnion mengalami cacat bawaan, seperti gangguan ginjal dan saluran kemih karena jumlah urin yang diproduksi janin berkurang.
Masalah kesehatan lain yang juga telah dihubungkan dengan oligohidramnion adalah:
  1. Tekanan darah tinggi,
  2. Diabetes,
  3. SLE,
  4. Masalah pada plasenta.

Tanda dan Gejala Oligohidramnion

Tanda dan gejala oligohidramnion antara lain; pada saat inspeksi uterus terlihat lebih kecil dan tidak sesuai dengan usia kehamilan yang seharusnya. Ibu yang sebelumnya pernah hamil dan normal, akan mengeluhkan adanya penurunan gerakan janin. Saat dilakukan palpasi abdomen, uterus akan teraba lebih kecil dari ukuran normal dan bagian-bagian janin mudah diraba. Presentasi bokong dapat terjadi. Pemeriksaan auskultasi normal.

Wanita hamil yang dicurigai mengalami oligohidramnion, dilakukan pemeriksaan USG untuk memperkirakan jumlah cairan amnion, dan memastikan diagnosis oligohidramnion. Jika anomaly janin tidak dianggap mematikan atau penyebab oligohidramnion tidak diketahui, amnio-infusi profilaktik dengan salin normal, Ringer laktat, atau glukosa 5% dapat dilakukan untuk mencegah deformitas kompresi dan penyakit paru hipoplastik, dan juga untuk memperpanjang usia kehamilan.

Selasa, 19 Juli 2016

Pengertian, Penyebab, Tanda dan Gejala Hirschsprung Disease

Hirschsprung Disease

Pengertian

Hirschsprung (megakolon/aganglionic congenital) adalah anomali kongenital yang mengakibatkan obstruksi mekanik karena ketidakadekuatan motilitas sebagian usus (Wong, 1996).

Hirschsprung merupakan tidak ada atau kecilnya sel saraf ganglion parasimpatik pada pleksus meinterikus dari kolon distalis, 1986). Daerah yang terkena dikenal sebagai segmen aganglionik (Catzel & Robert, 1992).


Penyebab

Penyakit ini disebabkan aganglionosis Meissner dan Aurbach dalam lapisan dinding usus, mulai dari spingter ani internus kearah proksimal, 70 % terbatas didaerah rektosigmoid, 10 % sampai seluruh kolon dan sekitarnya 5 % dapat mengenai seluruh usus dan pilorus.

Adapun yang menjadi penyebab hirschsprung atau mega kolon kongenital adalah diduga karena terjadi faktor genetik dan lingkungan sering terjadi pada anak dengan Down syndrome, kegagalan sel neural pada masa embrio dalam dinding usus, gagal eksistensi, kranio kaudal pada myentrik dan submukosa pada dinding plexus.

Dalam keadaan normal bahan makanan yang dicerna bisa berjalan disepanjang usus karena adanya kontraksi ritmis dari otot-otot yang melapisi usus (kontraksi ritmis ini disebut gerakan peristaltiik). Kontraksi dirangsang oleh sekumpulan saraf yang disebut ganglion yang terletak dibawah lapisan otot.


Tanda dan Gejala

Penyakit ini sebagian besar ditemukan pada bayi akibat dari kelumpuhan usus besar dalam menjalankan fungsinya, sehingga tinja tidak dapat keluar. Biasanya bayi baru lahir akan mengeluarkan tinja pertamanya (mekonium) dalam 24 jam pertama. Namun pada bayi yang menderita penyakit Hisprung, tinja akan keluar terlambat atau bahkan tidak dapat keluar sama sekali. Selain itu perut bayi juga akan terlihat menggembung, disertai muntah. Jika dibiarkan lebih lama, berat badan bayi tidak akan bertambah dan akan terjadi gangguan pertumbuhan (Budi, 2010).

Menurut Sodakin (2011) gejala yang ditemukan pada bayi yang baru lahir adalah:

Dalam rentang waktu 24-48 jam, bayi tidak mengeluarkan Meconium (kotoran pertama bayi yang berbentuk seperti pasir berwarna hijau kehitaman)
  • Malas makan
  • Muntah yang berwarna hijau
  • Pembesaran perut (perut menjadi buncit)
Pada masa pertumbuhan (usia 1 -3 tahun):
  • Tidak dapat meningkatkan berat badan
  • Konstipasi (sembelit)
  • Pembesaran perut (perut menjadi buncit)
  • Diare cair yang keluar seperti disemprot
  • Demam dan kelelahan adalah tanda-tanda dari radang usus halus dan dianggap sebagai keadaan yang serius dan dapat mengancam jiwa.

Pada anak diatas 3 tahun, gejala bersifat kronis :
  • Konstipasi (sembelit)
  • Kotoran berbentuk pita
  • Berbau busuk
  • Pembesaran perut
  • Pergerakan usus yang dapat terlihat oleh mata (seperti gelombang)
  • Menunjukkan gejala kekurangan gizi dan anemia


Komplikasi
  1. Obstruksi usus
  2. Konstipasi
  3. Ketidak seimbangan cairan dan elektrolit
  4. Entrokolitis
  5. Struktur anal dan inkontinensial ( post operasi ) ( Betz cecily & sowden, 2002 : 197 )

Senin, 07 Maret 2016

Penyebab dan Gejala Artritis Idiopatik Juvenil

Artritis Idiopatik Juvenil adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gangguan pada anak-anak yang meliputi arthritis. Artritis Idiopatik Juvenil adalah kronis (jangka panjang) penyakit yang menyebabkan nyeri sendi dan bengkak.

Penyebab

Penyebab artritis idiopatik juvenil tidak diketahui. Hal ini dianggap penyakit autoimun. Ini berarti serangan tubuh dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat oleh kesalahan.

Artritis Idiopatik Juvenil paling sering berkembang sebelum usia 16. Gejala mungkin mulai saat usia 6 bulan.

Gejala

Gejala Artritis Idiopatik Juvenil meliputi :
  • Bengkak, merah, atau hangat di sendi.
  • Pincang atau masalah menggunakan anggota badan.
  • Tiba-tiba demam tinggi.
  • Rash that comes and goes with fever.
  • Stiffness, pain, and limited movement of a joint.
  • Low back pain yang tidak hilang.
  • Gejala tubuh yang luas seperti kulit pucat, kelenjar getah bening, dan penampilan yang sakit.

Artritis Idiopatik Juvenil juga dapat menyebabkan masalah mata yang disebut uveitis, iridosiklitis, atau iritis. Mungkin tidak ada gejala. Ketika gejala mata terjadi, dapat termasuk:
  • Mata merah
  • Sakit mata, yang mungkin lebih buruk ketika melihat cahaya (photophobia)
  • Perubahan penglihatan.

Jumat, 11 September 2015

Tetanus : Pengertian, Penyebab, Klasifikasi, Tanda dan Gejala


Pengertian Tetanus

Tetanus adalah penyakit dengan tanda utama kekakuan otot (spasme) tanpa disertai gangguan kesadaran. Gejala ini bukan disebabkan kuman secara langsung, tetapi sebagai dampak eksotoksin (tetanoplasmin) yang dihasilkan oleh kuman pada sinaps ganglion sambungan sumsum tulang belakang, sambungan neuro muscular (neuro muscular jungtion) dan saraf autonom. (Smarmo 2002)


Penyebab Tetanus

Spora bacterium clostridium tetani (C. Tetani). Kuman ini mengeluarkan toxin yang bersifat neurotoksik (tetanospasmin) yang menyebabkan kejang otot dan saraf perifer setempat. Termasuk bakteri gram positif. Bentuk: batang. Terdapat: di tanah, kotoran manusia dan binatang (khususnya kuda) sebagai spora, debu, instrument lain. Spora bersifat dorman dapat bertahan bertahun-tahun (lebih dari 40 tahun)


Klasifikasi Tetanus

Klasifikasi beratnya tetanus oleh albert (Sudoyo Aru, 2009):
  • Derajat I (ringan): trismus (kekakuan otot mengunyah) ringan sampai sedang, spasitas general, tanpa gangguan pernafasan, tanpa spasme, sedikit atau tanpa disfagia.
  • Derajat II (sedang): trismus sedang, rigiditas yang nampak jelas, spasme singkat ringan sampai sedang, gangguan pernapasan sedang RR ≥ 30x/ menit, ringan.
  • Derajat III (berat): trismus berat, spastisitas generaisata, spasme reflek berkepanjangan, RR lebih atau sama dengan 40x/ menit, serangan apnea, disfagia berat, takikardia lebih atau sama dengan 120.
  • Derajat IV (sangat berat): derajat tiga dengan otomik berat melibatkan sistem kardiovaskuler. Hipotensi berat dan takikardia terjadi perselingan dengan hipotensi dan bradikardia, salah satunya dapat menetap.



Tanda dan Gejala Tetanus
  • Masa inkubasi clostridium tetani adalah 4-21 hari. Semakin lama masa inkubasi, maka prognosisnya semakin baik. Masa inkubasi tergantung dari jumlah bakteri, Virulensi, dan jarak tempat masuknya kuman (portd’entre) dengan SSP. Semakin dekat luka dengan SSP maka prognosisnya akan semakin serius dan semakin jelek. Misalnya, luka di telapak kaki dan leher bila sama-sama terserang basil tetanus, yang lebih baik prognosisnya adalah luka yang di kaki.
  • Timbulnya gejala biasanya mendadak, di dahului dengan ketegangan otot terutama pada rahang dan leher.
  • Sulit membuka mulut (trismus).
  • Kaku duduk.
  • Badan kaku dengan epistotonus, tungkai dalam mengalami ekstensi, lengan kuku, dan mengepal.
  • Kejang tonik.
  • Kesadaran biasanya tetap baik.
  • Asfisia dan sianosis akibat kontraksi otot, retensi urine bahkan dapat menjadi fraktur kolumna vertebralis (pada anak) akibat kontraksi otot yang sangat kuat.
  • Demam ringan (biasanya pada stadium akhir).

Pathway Tetanus

Patofisiologi Tetanus

Minggu, 06 September 2015

Halusinasi - Pengertian, Penyebab, Jenis, Tanda dan Gejala


Pengertian Halusinasi

Halusinasi adalah persepsi sensorik yang keliru dan melibatkan panca indera (Isaacs, 2002).

Halusinasi adalah kesan, respon dan pengalaman sensori yang salah (Stuart, 2007).


Penyebab Halusinasi

Gangguan persepsi sensori halusinasi sering disebabkan karena panik, sterss berat yang mengancam ego yang lemah, dan isolasi sosial menarik diri (Townsend, M.C, 1998). Menurut Carpetino, L.J (1998) isolasi sosial merupakan keadaan dimana individu atau kelompok mengalami atau merasakan kebutuhan atau keinginan untuk meningkatkan keterlibatan dengan orang lain tetapi tidak mampu untuk membuat kontak. Sedangkan menurut Rawlins, R.P dan Heacock, P.E (1998), isolasi sosial menarik diri merupakan usaha menghindar dari interaksi dan berhubungan dengan orang lain, individu merasa kehilangan hubungan akrab, tidak mempunyai kesempatan dalam berpikir, berperasaan. Berprestasi, atau selalu dalam kegagalan.
Isolasi sosial menarik diri sering ditunjukkan adanya perilaku (Carpentino, L.J 1998) :

Data subjektif :
  • Mengungkapkan perasaan kesepian atau penolakan
  • Melaporkan dengan ketidaknyamanan konyak dengan situasi sosial
  • Mengungkapkan perasaan tak berguna
Data objektif :
  • Tidak tahan terhadap kontak yang lama
  • Tidak komunikatif
  • Kontak mata buruk
  • Tampak larut dalam pikiran dan ingatan sendiri
  • Kurang aktivitas
  • Wajah tampak murung dan sedih
  • Kegagalan berinteraksi dengan orang lain


Jenis Halusinasi

Menurut (Menurut Stuart, 2007), jenis halusinasi antara lain :

1. Halusinasi pendengaran (auditorik) 70 %
Karakteristik ditandai dengan mendengar suara, teruatama suara – suara orang, biasanya klien mendengar suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu.

2. Halusinasi penglihatan (Visual) 20 %
Karakteristik dengan adanya stimulus penglihatan dalam bentuk pancaran cahaya, gambaran geometrik, gambar kartun dan / atau panorama yang luas dan kompleks. Penglihatan bisa menyenangkan atau menakutkan.

3. Halusinasi penghidu (olfactory)
Karakteristik ditandai dengan adanya bau busuk, amis dan bau yang menjijikkan seperti : darah, urine atau feses. Kadang – kadang terhidu bau harum. Biasanya berhubungan dengan stroke, tumor, kejang dan dementia.

4. Halusinasi peraba (tactile)
Karakteristik ditandai dengan adanya rasa sakit atau tidak enak tanpa stimulus yang terlihat. Contoh : merasakan sensasi listrik datang dari tanah, benda mati atau orang lain.

5. Halusinasi pengecap (gustatory)
Karakteristik ditandai dengan merasakan sesuatu yang busuk, amis dan menjijikkan, merasa mengecap rasa seperti rasa darah, urin atau feses.

6. Halusinasi sinestetik
Karakteristik ditandai dengan merasakan fungsi tubuh seperti darah mengalir melalui vena atau arteri, makanan dicerna atau pembentukan urine.

7. Halusinasi Kinesthetic
Merasakan pergerakan sementara berdiri tanpa bergerak.

Tanda dan Gejala

Pasien dengan halusinasi cenderung menarik diri, sering didapatkan duduk terpaku dengan pandangan mata pada satu arah tertentu, tersenyum atau berbicara sendiri, secara tiba-tiba marah atau menyerang orang lain, gelisah, melakukan gerakan seperti sedang menikmati sesuatu. Juga keterangan dari pasien sendiri tentang halusinasi yang dialaminya (apa yang dilihat, didengar atau dirasakan). Berikut ini merupakan gejala klinis berdasarkan halusinasi (Budi Anna Keliat, 1999) :

1. Tahap 1: halusinasi bersifat tidak menyenangkan
Gejala klinis:
1) Menyeriangai/tertawa tidak sesuai
2) Menggerakkan bibir tanpa bicara
3) Gerakan mata cepat
4) Bicara lambat
5) Diam dan pikiran dipenuhi sesuatu yang mengasikkan

2. Tahap 2: halusinasi bersifat menjijikkan
Gejala klinis:
1) Cemas
2) Konsentrasi menurun
3) Ketidakmampuan membedakan nyata dan tidak nyata

3. Tahap 3: halusinasi bersifat mengendalikan
Gejala klinis:
1) Cenderung mengikuti halusinasi
2) Kesulitan berhubungan dengan orang lain
3) Perhatian atau konsentrasi menurun dan cepat berubah
4) Kecemasan berat (berkeringat, gemetar, tidak mampu mengikuti petunjuk).

4. Tahap 4: halusinasi bersifat menaklukkan
Gejala klinis:
1) Pasien mengikuti halusinasi
2) Tidak mampu mengendalikan diri
3) Tidak mamapu mengikuti perintah nyata
4) Beresiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan.

Penatalaksanaan Pasien dengan Halusinasi

Senin, 24 Agustus 2015

Ketoasidosis Diabetik - Pengertian, Penyebab, Tanda dan Gejala

Ketoasidosis Diabetik

Pengertian Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis Diabetik (KAD) adalah keadaan dekompensasi kekacauan metabolik yang ditandai oleh trias hiperglikemia, asidosis dan ketosis terutama disebabkan oleh defisiensi insulin absolut atau relatif. KAD dan hipoglikemia merupakan komplikasi akut diabetes melitus (DM) yang serius dan membutuhkan pengelolaan gawat darurat. Akibat diuresia osmotik, KAD biasanya mengalami dehidrasi berat dan dapat sampai menyebabkan syok.


Penyebab Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis diabetikum di dasarkan oleh adanya insulin atau tidak cukupnya jumlah insulin yang nyata, yang dapat disebabkan oleh :
  1. Insulin diberikan dengan dosis yang kurang.
  2. Keadaan sakit atau infeksi pada DM, contohnya : pneumonia, kolestisitis, iskemia usus dan apendisitis. Keadaan sakit dan infeksi akan menyertai resistensi insulin. Sebagai respon terhadap stres fisik (atau emosional), terjadi peningkatan hormon – hormon ”stres” yaitu glukagon, epinefrin, norepinefrin, kotrisol dan hormon pertumbuhan. Hormon – hormon ini akan menigkatakan produksi glukosa oleh hati dan mengganggu penggunaan glukosa dalam jaringan otot serta lemak dengan cara melawan kerja insulin. Jika kadar insulin tidak meningkatkan dalam keadaan sakit atau infeksi, maka hipergikemia yang terjadi dapat berlanjut menjadi ketoasidosis diabetik.
  3. Terdapat pada orang yang menderita diabetes oleh adanya stresor yang meningkatkan kebutuhan akan insulin, ini dapat terjadi jika diabetes tidak terkontrol karena ketidakmampuan untuk menjalani terapi yang telah ditentukan.


Tanda dan Gejala Ketoasidosis Diabetik
  1. Poliuria
  2. Polidipsi
  3. Penglihatan kabur
  4. Lemah
  5. Sakit kepala
  6. Hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah sistolik 20 mmHg atau > pada saat berdiri)
  7. Anoreksia, Mual, Muntah
  8. Nyeri abdomen
  9. Hiperventilasi
  10. Perubahan status mental (sadar, letargik, koma)
  11. Kadar gula darah tinggi (> 240 mg/dl)
  12. Terdapat keton di urin
  13. Nafas berbau aseton
  14. Bisa terjadi ileus sekunder akibat hilangnya K+ karena diuresis osmotik
  15. Kulit kering
  16. Keringat
  17. Kusmaul ( cepat, dalam ) karena asidosis metabolik

Kamis, 30 Juli 2015

Jaundice / Penyakit Kuning - Pengertian, Komplikasi, Tanda dan Gejala

Penyakit kuning (juga dikenal sebagai ikterus) adalah pigmentasi kekuningan pada kulit, selaput konjungtiva atas sklera yang (putih mata), dan membran mukosa lain yang disebabkan oleh kadar bilirubin darah tinggi. Hiperbilirubinemia ini kemudian menyebabkan tingkat peningkatan bilirubin dalam cairan ekstraseluler. Konsentrasi bilirubin dalam plasma darah biasanya di bawah 1,2 mg / dL (kurang dari 25μmol / L). Konsentrasi tinggi dari sekitar. 3 mg / dL (lebih dari 50μmol / L) menyebabkan penyakit kuning. Penyakit kuning istilah berasal dari kata Perancis jaune, yang berarti kuning.

Penyakit kuning sering terlihat pada penyakit hati seperti hepatitis atau kanker hati. Hal ini juga dapat menunjukkan leptospirosis atau obstruksi saluran empedu, misalnya dengan batu empedu atau kanker pankreas, atau kurang umum menjadi bawaan pada asal (atresia misalnya, bilier).

Perubahan warna kuning pada kulit, terutama pada telapak tangan dan telapak, tetapi bukan dari sclera dan selaput lendir (misalnya rongga mulut) adalah karena kondisi berbahaya penting untuk membedakan dari penyakit kuning yang karotenemia.

Tanda dan gejala

Gejala utama penyakit kuning adalah warna kekuningan dari area putih mata dan kulit. Urin berwarna gelap.

Konjungtiva mata adalah salah satu jaringan pertama yang berubah warna saat kadar bilirubin meningkat pada ikterus. Hal ini kadang-kadang disebut sebagai ikterus scleral. Namun, sclera sendiri tidak "icteric" (diwarnai dengan pigmen empedu) melainkan selaput konjungtiva yang berbaring di atas mereka. Menguning dari "putih mata" demikian lebih tepat disebut ikterus konjungtiva. Istilah "ikterus" itu sendiri terkadang salah digunakan untuk merujuk pada penyakit kuning yang tercatat di sclera mata, namun arti yang lebih umum dan lebih benar adalah sepenuhnya identik dengan penyakit kuning.

Komplikasi

Komplikasi penyakit kuning termasuk sepsis terutama kolangitis, sirosis bilier, pankreatitis, koagulopati, ginjal dan gagal hati. Komplikasi lain yang terkait dengan penyakit yang mendasari dan prosedur yang digunakan dalam diagnosis dan manajemen penyakit individu. Kolangitis, terutama jenis supuratif (trias Charcot atau pentad Reynolds '), biasanya sekunder untuk choledocholithiasis. Hal ini juga dapat mempersulit prosedur seperti ERCP. Pengobatan harus mencakup koreksi koagulopati, anomali cairan / elektrolit, antibiotik dan drainase bilier dengan ERCP mana tersedia atau drainase trans-hati atau operasi.

Rabu, 14 Januari 2015

Tanda dan Gejala AMI (Acute Myocardial Infarction)

Keluhan yang khas ialah nyeri dada retrosternal, seperti diremas-remas, ditekan, ditusuk, panas atau ditindih barang berat. Nyeri dapat menjalar ke lengan (umumnya kiri), bahu, leher, rahang bahkan ke punggung dan epigastrium. Nyeri berlangsung lebih lama dari angina pectoris dan tak responsif terhadap nitrogliserin. Kadang-kadang, terutama pada pasien diabetes dan orang tua, tidak ditemukan nyeri sama sekali. Nyeri dapat disertai perasaan mual, muntah, sesak, pusing, keringat dingin, berdebar-debar atau sinkope. Pasien sering tampak ketakutan. Walaupun IMA dapat merupakan manifestasi pertama penyakit jantung koroner namun bila anamnesis dilakukan teliti hal ini sering sebenarnya sudah didahului keluhan-keluhan angina, perasaan tidak enak di dada atau epigastrium.

Kelainan pada pemeriksaan fisik tidak ada yang spesifik dan dapat normal. Dapat ditemui BJ yakni S2 yang pecah, paradoksal dan irama gallop. Adanya krepitasi basal menunjukkan adanya bendungan paru-paru. Takikardia, kulit yang pucat, dingin dan hipotensi ditemukan pada kasus yang relatif lebih berat, kadang-kadang ditemukan pulsasi diskinetik yang tampak atau berada di dinding dada pada IMA inferior.


Walaupun sebagian individu tidak memperlihatkan tanda-tanda jelas Infark Miokard, biasanya timbul manifestasi kllimais antara lain:
  • Nyeri dada mendadak.
  • Mual dan muntah.
  • Perasaan lemas.
  • Kulit dingin dan pucat.
  • Penurunan pengeluaran urine.
  • Takitardia akibat peningkatan.
  • Stimulasi simpatis jantung.
  • Cemas.
  • Nyeri dapat menjalar ke lengan (umumnya ke kiri), bahu, leher, rahang, bahkan ke punggungg dan epigastrium.
  • Nyeri berlangsung lebih lama dari angina pectoris biasa dan tidak responsive terhadap nitrogliserin.
Setiap orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan keluhan yang tentunya berbeda,Namun umumnya seseorang akan merasakan beberapa hal spesifik seperti :
  1. Nyeri dada, dimana otot kekurangan suplay darah (disebut kondisi iskemi) yang berdampak kebutuhan oxygen oleh otot berkurang. Akibatnya terjadi metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Nyeri dirasakan di dada bagian tengah, dapat menyebar kebagian belakang dada, kebagian pangkal kiri leher dan bahu hingga lengan atas tangan kiri. Beberapa pasien mungkin mengalami nyeri dibagian atas perut (pangkal tulang iga tengah bahkan bagian lambung), dimana nyeri lebih hebat dan tak hilang meski diistirahatkan atau diberi obat nyeri jantung (Nitroglycerin). Inilah yang dinamakan Angina, penderita merasakan gelisah dengan sesak di dada dan seperti merasa dada diremas-remas. Beratnya nyeri setiap orang berbeda, bahkan beberapa orang yang mengalami suplay darah jantung berkurang merekle tidak merasakan apa-apa.
  2. Sesak nafas, Biasanya dirasakan oleh orang yang mengalami gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
  3. Kelelahan atau kepenatan, Adanya kelainan jantung dapat menimbulkan pemompaan jantung yang tidak maksimal. Akibatnya suplay darah ke otot tubuh disaat melakukan aktivitas akan berkurang, Hal ini menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala seperti ini bersifat ringan, penderita hanya berusaha mengurangi aktivitasnya dan menganggap bahwa itu merupakan proses penuaan saja.
  4. Adanya perasaan berdebar-debar (palpitasi)
  5. Pusing dan pingsan, Hal ini dapat merupakan gejala awal dari penderita penyakit serangan jantung. Dimana penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.
  6. Kebiru-biruan pada bibir, jari tangan dan kaki sebagai tanda aliran darah yang kurang adekuat keseluruh tubuh.
  7. Keringat dingin secara mendadak, dan lainnya seperti mual dan perasaan cemas.

Tanda serangan jantung :
  1. Rasa tertekan (serasa ditimpa beban, sakit, terjepit dan terbakar) yang menyebabkan sesak napas dan tercekik di leher.
  2. Rasa sakit ini bisa menjalar ke lengan kiri,leher dan punggung.
  3. Rasa sakitnya bisa berlangsung sekitar 15-20 menit dan terjadi secara terus menerus.
  4. Timbul keringat dingin, tubuh lemah, jantung berdebar dan bahkan hingga pingsan.
  5. Rasa sakit ini bisa berkurang saat sedang istirahat, tapi akan bertambah berat jika sedang beraktivitas.