Kamis, 13 Agustus 2015

Syok Septik - Definisi, Penyebab, Gejala dan Penatalaksanaan

Syok Septik - Definisi, Penyebab, Gejala dan Penatalaksanaan
Definisi  Syok Septik

Syok adalah suatu keadaan dimana pasokan darah tidak mencukupi untuk kebutuhan organ-organ di dalam tubuh. Shock juga didefinisikan sebagai gangguan sirkulasi yang mengakibatkan penurunan kritis perfusi jaringan vital atau menurunnya volume darah yang bersirkulasi secara efektif. Apabila sel tidak dapat menghasilkan energi secara adekuat, maka sel tidak akan berfungsi dengan baik sehingga pada gilirannya akan menimbulkan disfungsi dan kegagalan berbagai organ, akhirnya dapat menimbulkan kematian.

Syok adalah Ketidakcukupan perfusi oksigen dan zat gizi ke sel-sel tubuh. Kegagalan memperbaiki perfusi menyebabkan kematian sel yang progresif, gangguan fungsi organ dan akhirnya kematian penderita. ( dr. Sukwan Handali. 1988 )

Septik merupakan respon systemik dari infeksi (Black, 1993).

Sepsis sebagai adanya mikroorganisme patogenik atau toksinnya dalam aliran darah (Hudak & Gallo, 1996).


Macam-macam Syok

1. Syok Hipovolemik
Syok hipovolemik disebut juga dengan syok preload yang ditandai dengan menurunnya volume intravaskuler baik oleh karena perdarahan maupun oleh karena hilangnya cairan tubuh.

2. Syok Kardiogenik
Syok Kardiogenik adalah Syok yang terjadi akibat kegagalan pompa jantung (pump failure).

3. Syok Distributif
Syok Septik : Syok septic adalah syok yang terjadi akibat dari infeksi yang berat dan sebagai komplikasi dari penyakit yang beragam.
Syok Neurogenik : Syok Neurogenik adalah syok yang disebabkan oleh gangguan susunan saraf simpatis,yang menyebabkan dilatasi arteriola dan kenaikan kapasitas vascular.
Syok Anapilaktik : Syok anapilaktik adalah syok yang terjadi secara akut yang di sebabkan oleh reaksi alergi.

4. Syok Obstruktif
Syok obstruktif adalah syok yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah sentral baik arteri maupun vena di mana tidak terdapat system kolateral.


Penyebab Syok Septik

Mikroorganisme penyebab syok septik adalah bakteri gram negatif. Ketika mikroorganisme menyerang jaringan tubuh, pasien akan menunjukkan suatu respon imun. Respon imun ini membangkitkan aktivasi berbagai mediator kimiawi yang mempunyai berbagai efek yang mengarah pada syok, yaitu peningkatan permeabilitas kapiler, yang mengarah pada perembesan cairan dari kapiler dan vasodilatasi.

Bakteri gram negatif menyebabkan infeksi sistemik yang mengakibatkan kolaps kardiovaskuler. Endotoksin basil gram negatif ini menyebabkan vasodilatasi kapiler dan terbukanya hubungan pintas arteriovena perifer. Selain itu, terjadi peningkatan permeabilitas kapiler. Peningkatan kapasitas vaskuler karena vasodilatasi perifer menyebabkan terjadinya hipovolemia relatif, sedangkan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan kehilangan cairan intravaskuler ke intertisial yang terlihat sebagai udem. Pada syok septik hipoksia, sel yang terjadi tidak disebabkan oleh penurunan perfusi jaringan melainkan karena ketidakmampuan sel untuk menggunakan oksigen karena toksin kuman. Gejala syok septik yang mengalami hipovolemia sukar dibedakan dengan syok hipovolemia (takikardia, vasokonstriksi perifer, produksi urin < 0.5 cc/kg/jam, tekanan darah sistolik turun dan menyempitnya tekanan nadi). Pasien-pasien sepsis dengan volume intravaskuler normal atau hampir normal, mempunyai gejala takikardia, kulit hangat, tekanan sistolik hampir normal, dan tekanan nadi yang melebar.


Tanda dan Gejala Syok Septik

Pertanda awal dari syok septik sering berupa penurunan kesiagaan mental dan kebingungan, yang timbul dalam waktu 24 jam atau lebih sebelum tekanan darah turun. Gejala ini terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otak.
Curahan darah dari jantung memang meningkat, tetapi pembuluh darah melebar sehingga tekanan darah turun. Pernafasan menjadi cepat, sehingga paru-paru mengeluarkan karbondioksida yang berlebihan dan kadarnya di dalam darah menurun.
Gejala awal berupa menggigil hebat, suhu tubuh yang naik sangat cepat, kulit hangat dan kemerahan, denyut nadi yang lemah dan tekanan darah yang turun-naik. Produksi air kemih berkurang meskipun curahan darah dari jantung meningkat. Pada stadium lanjut, suhu tubuh sering turun sampai dibawah normal.
Bila syok memburuk, beberapa organ mengalami kegagalan:
  • Ginjal : produksi air kemih berkurang
  • Paru-paru : gangguan pernafasan dan penurunan kadar oksigen dalam darah
  • Jantung : penimbunan cairan dan pembengkakan. Bisa timbul bekuan darah di dalam pembuluh darah.


Penatalaksanaan Syok Septik

Pasien dengan syok septic memerlukan pemantauan cepat dan agresif serta penatalaksanaan dalam unit perawatan kritis penatalaksanaannya melibatkan seluruh sistem organ yang memerlukan pendekatan tim dari bebagai disiplin antara lain:

Terapi-terapi definitif
  • Identifikasi dan singkirkan sumber infeksi
  • Multipel antibiotik spektrum luas
Terapi-terapi suportif
  • Pulihkan volume intra vaskuler
  • Pertahankan curah jantung yang adekuat
  • Pastikan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat
  • Berikan lingkungan metabolik yang sesuai
Terapi-terapi penelitian
  • Anti histamin
  • Nalokson
  • Inhibitor neutrofil
  • Inhibitor prostagladin (obat-obat anti inflamatori nonsteroidal)
  • Steroid

Suplemen Herbal Alami Untuk Tulang Dan Sendi Yang Kuat

Suplemen Herbal Alami Untuk Tulang Dan Sendi Yang Kuat

Kekurangan kalsium adalah masalah umum dilaporkan di pusat-pusat kesehatan. Hal ini lebih sering dilaporkan pada wanita hamil dan orang tua. Mari kita lihat di sini beberapa suplemen herbal alami untuk meningkatkan kesehatan tubuh Anda.

Malnutrisi, penyakit dan kekurangan vitamin D adalah beberapa di antara penyebab utama masalah kekurangan kalsium. Gejala yang ditunjukkan oleh seseorang yang menderita kekurangan kalsium umumnya bervariasi dari satu orang ke orang lain. Tulang rapuh adalah salah satu di antara gejala utama ditunjukkan sebagai akibat dari kekurangan kalsium.

Warna kuning dari gigi dan nyeri sendi adalah gejala umum lainnya ditampilkan sebagai akibat dari kekurangan kalsium. Bagaimana mengobati kekurangan kalsium tanpa menimbulkan efek samping pada tubuh? Ini adalah pertanyaan umum dari orang-orang. Asupan produk susu yang reguler ditemukan sangat efektif untuk mengobati kekurangan kalsium. Beberapa produk yang baik yang dapat meningkatkan tingkat kalsium dalam tubuh termasuk susu, yogurt dan paneer. Oleh karena itu jangan ragu untuk mengkonsumsi makanan ini dalam diet sehari-hari.

Termasuk sayuran berdaun hijau dalam diet harian adalah obat yang aman lain untuk tingkat kalsium yang rendah. Jika memungkinkan, membuat diet harian Anda diperkaya dengan sayuran berdaun hijau seperti bayam dan selada. Kebiasaan ini ditemukan sangat efektif untuk mengurangi risiko kekurangan gizi dalam tubuh. Oleh karena itu jangan ragu untuk memanfaatkan sayuran berdaun hijau.

Produk kedelai ditemukan sebagai sumber kalsium dan protein. Anda dapat menggunakan tepung kedelai dan susu kedelai untuk meningkatkan tingkat kalsium dalam tubuh. Hal ini meningkatkan kekuatan tulang dan membuat tubuh Anda fit untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Biji wijen adalah obat eksotis lain untuk kekurangan kalsium yang rendah. Mengkonsumsi bola wijen dua atau tiga kali per hari tentu dapat meningkatkan kekuatan tulang dan gigi.

Berjemur pagi ditemukan sangat efektif untuk meningkatkan kekuatan tulang dan gigi. Paparan langsung tubuh pada sinar matahari ringan, dapat mengurangi risiko kekurangan vitamin D dalam tubuh. Oleh karena itu jangan ragu untuk pergi keluar untuk berjalan-jalan di pagi hari dan di sore hari.

Mengetahui Apa Itu Vitamin B5

Mengetahui Apa Itu Vitamin B5
Vitamin B5 juga dikenal sebagai asam pantotenat. Vitamin B5 adalah yang paling produktif dari semua vitamin dan ditemukan dalam setiap jenis makanan. Bahkan, tidak mungkin bagi seseorang untuk kurang mengkonsumsi vitamin B5 dari yang mereka butuhkan. Itu berarti bahwa kemungkinan sangat kecil bahwa seseorang dapat memiliki kekurangan vitamin B5.

Vitamin B5 sangat penting untuk mengubah makanan menjadi energi antara fungsi lainnya. B5 vitamin bertanggung jawab untuk mengambil lemak dan karbohidrat menjadi energi. Beberapa vitamin B5 dapat ditemukan di hampir setiap makanan. Jelas ada beberapa sumber vitamin B5 yang lebih baik daripada yang lain tapi diet seimbang akan memberikan lebih dari cukup.

Makanan dengan kandungan vitamin B5 tertinggi adalah daging organ, salmon, telur, kacang-kacangan, susu, dan biji-bijian. Perlu dicatat bahwa vitamin B5 hilang ketika biji-bijian yang digiling menjadi tepung. Oleh karena itu, makanan biji-bijian olahan seperti roti, pasta, nasi, sereal, dan dipanggang kurang mengandung sumber vitamin B5. Vitamin B5 adalah yang paling efektif ketika dikombinasikan dengan vitamin B lainnya terutama thiamin atau B1, riboflavin atau B2, niasin atau B3, pyridoxine atau B6, dan biotin.

Vitamin B5 juga diperlukan untuk melepaskan energi dari lemak. Menariknya, vitamin B5 juga dianggap membantu dalam mengurangi stres. Hal ini terutama karena fakta bahwa selama periode stres Fitur Artikel, tubuh memproduksi lebih banyak hormon tertentu seperti adrenalin dan ini memerlukan vitamin B5. Ada banyak teori tentang manfaat vitamin B5 tetapi tidak ada kebutuhan untuk sebagian besar orang untuk aktif mencari makanan yang tinggi di B5 karena mereka cenderung mengkonsumsi jauh lebih banyak daripada yang sudah dibutuhkan. Tidak ada efek samping mengkonsumsi terlalu banyak vitamin B5.

Proses Terjadinya Defisiensi Vitamin B12

Proses Terjadinya Defisiensi Vitamin B12
Nutrisi memainkan bagian yang sangat penting dalam diet seimbang untuk memfungsikan otak kita dan bagian lain dari tubuh. Vitamin B12 adalah salah satu nutrisi seperti yang diperlukan untuk dikonsumsi secara teratur. Vitamin B12 memiliki nama yang berbeda-beda seperti Vitamin B-12, vitamin B12, dan cobalamin adalah salah satu di antara 9 vitamin yang larut air. Vitamin B12 membantu dalam pembagian sel-sel dalam tubuh manusia yang mempromosikan pembentukan darah yang menyebabkan berfungsinya sistem saraf dan otak.


Bentuk vitamin B12 glukosa dari karbohidrat yang membantu dalam memerangi kelelahan dan kecemasan. Itu membuat sistem saraf dan otak yang sehat dan membantu dalam fungsi efisien dari tubuh. Ini mencegah masalah seperti tekanan darah tinggi dan melindungi dari kanker payudara, kanker paru-paru, kanker usus dan kanker prostat. Jika tidak diobati pada waktunya, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kerusakan saraf parah yang akan mempengaruhi tubuh manusia lengkap.

Orang pada risiko tinggi kekurangan vitamin B12 adalah orang-orang berusia dari usia 75 atau di atas, bayi baru lahir, anak-anak, wanita menyusui dan juga ibu hamil. Orang-orang yang lemah sistem kekebalan tubuhnya, yang mengalami masalah seperti kelelahan, kelelahan, kelemahan, merasa pingsan dan pusing, depresi, perubahan suasana hati dan kehilangan perasaan indera seperti sentuhan dan rasa sakit yang dapat menjadi tanda kurang Vitamin B12 dalam tubuh kita. Terlepas dari gejala-gejala ini, masalah dalam berjalan, penglihatan, bernapas, dering di telinga, lidah sakit, mulut, maag di lambung, asma dan juga menguning kulit beberapa masalah kesehatan yang lebih yang orang yang menderita pengalaman kekurangan vitamin B12 dalam tubuh mereka.

Anemia - Pengkajian, Diagnosa Keperawatan, Intervensi, Implementasi dan Evaluasi


Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Anemia

Pengertian

Anemia adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari jantung yang diperoleh dari paru-paru, dan kemudian mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.

Etiologi

Secara garis besar, anemia dapat disebabkan karena :
  • Peningkatan destruksi eritrosit, contohnya pada penyakit gangguan sistem imun, talasemia.
  • Penurunan produksi eritrosit, contohnya pada penyakit anemia aplastik, kekurangan nutrisi.
  • Kehilangan darah dalam jumlah besar, contohnya akibat perdarahan akut, perdarahan kronis, menstruasi, ulser kronis, dan trauma.

Tanda dan Gejala

Gejala anemia :

Bila anemia terjadi dalam waktu yang lama, konsentrasi Hb ada dalam jumlah yang sangat rendah sebelum gejalanya muncul. Gejala- gejala tersebut berupa :
  • Asimtomatik : terutama bila anemia terjadi dalam waktu yang lama
  • Letargi
  • Nafas pendek atau sesak, terutama saat beraktfitas
  • Kepala terasa ringan
  • Palpitasi
  • Pucat
  • Kekebalan Tubuh Menurun

Sedangkan, tanda-tanda dari anemia yang harus diperhatikan saat pemeriksaan yaitu :

  • Pucat pada membran mukosa, yaitu mulut, konjungtiva, kuku.
  • Sirkulasi hiperdinamik, seperti takikardi, pulse yang menghilang, aliran murmur sistolik
  • Gagal jantung
  • Pendarahan retina
Tanda-tanda spesifik pada pasien anemia diantaranya :
  • Glossitis : terjadi pada pasien anemia megaloblastik, anemia defisiensi besi
  • Stomatitis angular : terjadi pada pasien anemia defisiensi besi.
  • Jaundis (kekuningan) : terjadi akibat hemolisis, anemia megaloblastik ringan.
  • Splenomegali : akibat hemolisis, dan anemia megaloblastik.
  • Ulserasi di kaki : terjadi pada anemia sickle cell
  • Deformitas tulang : terjadi pada talasemia
  • Neuropati perifer, atrofi optik, degenerasi spinal, merupakan efek dari defisiensi vitamin B12.
  • Garing biru pada gusi (Burton’s line), ensefalopati, dan neuropati motorik perifer sering terlihat pada pasien yang keracunan metal.

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Anemia


Pengkajian

1. Aktifitas / Istirahat
  • Keletihan, kelemahan, malaise umum.
  • Kehilangan produktifitas, penurunan semangat untuk bekerja
  • Toleransi terhadap latihan rendah.
  • Kebutuhan untuk istirahat dan tidur lebih banyak

2. Sirkulasi
  • Riwayat kehilangan darah kronis,
  • Riwayat endokarditis infektif kronis.
  • Palpitasi.

3. Integritas ego

  • Keyakinan agama atau budaya mempengaruhi pemilihan pengobatan, misalnya: penolakan tranfusi darah.

4. Eliminasi
  • Riwayat pielonenepritis, gagal ginjal.
  • Flatulen, sindrom malabsobsi.
  • Hematemesi, melana.
  • Diare atau konstipasi

5. Makanan / cairan
  • Nafsu makan menurun
  • Mual/ muntah
  • Berat badan menurun
6. Nyeri / kenyamanan
  • Lokasi nyeri terutama di daerah abdomen dan kepala.

7. Pernapasan

  • Napas pendek pada saat istirahat maupun aktifitas

8. Seksualitas

  • Perubahan menstuasi misalnya menoragia, amenore
  • Menurunnya fungsi seksual
  • Impotent

Diagnosa Keperawatan, Intervensi dan Implementasi

1. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan suplai oksigen / nutrisi ke sel.

Ditandai dengan:
  • Palpitasi,
  • Kulit pucat, membrane mukosa kering, kuku dan rambut rapuh,
  • Ekstremitas dingin
  • Perubahan tekanan darah, pengisian kapiler lambat
  • Ketidakmampuan berkonsentrasi, disorientasi

Tujuan: menunjukkan perfusi jaringan yang adekuat

Intervensi :
  1. Kaji tanda-tanda vital, warna kulit, membrane mukosa, dasar kuku
  2. Beri posisi semi fowler
  3. Kaji nyeri dan adanya palpitasi
  4. Pertahankan suhu lingkungan dan tubuh pasien
  5. Hindari penggunaan penghangat atau air panas

Kolaborasi:
  • Monitor pemeriksaan laboratorium misal Hb/Ht dan jumlah SDM
  • Berikan SDM darah lengkap /pocket
  • Berikan O2 tambahan sesuai dengan indikasi


2. Intoleran aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai oksigen

Ditandai dengan:
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Mengeluh penurunan aktifitas /latihan
  • Lebih banyak memerlukan istirahat /tidur
  • Palpitasi,takikardi, peningkatan tekanan darah,

Tujuan: terjadi peningkatan toleransi aktifitas.

Intervensi :
  1. Kaji kemampuan aktifitas pasien
  2. Kaji tanda-tanda vital saat melakukan aktifitas
  3. Bantu kebutuhan aktifitas pasien jika diperlukan
  4. Anjurkan kepada pasien untuk menghentikan aktifitas jika terjadi palpitasi
  5. Gunakan tehnik penghematan energi misalnya mandi dengan duduk.


3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan kegagalan untuk mencerna, absorbsi makanan

Ditandai dengan:
  • Penurunan berat badan normal
  • Penurunan turgor kulit, perubahan mukosa mulut.
  • Nafsu makan menurun, mual
  • Kehilangan tonus otot

Tujuan: kebutuhan nutrisi terpenuhi yang dikuti dengan peningkatan berat badan.

Intervensi :
  1. Kaji riwayat nutrisi termasuk makanan yang disukai
  2. Observasi dan catat masukan makanan pasien
  3. Timbang berat badan tiap hari
  4. Berikan makanan sedikit dan frekuensi yang sering
  5. Observasi mual, muntah , flatus dan gejala lain yang berhubungan
  6. Bantu dan berikan hygiene mulut yang baik

Kolaborasi:
  1. Konsul pada ahli gizi
  2. Berikan obat sesuai dengan indikasi misalnya: vitamin dan mineral suplemen. 3. Berikan suplemen nutrisi.


4. Konstipasi atau diare berhubungan dengan penurunan jumlah makanan, perubahan proses pencernaan , efek samping penggunaan obat

Ditandai dengan :
  • Adanya perubahan pada frekuensi, karakteristik, dan jumlah feses
  • Mual, muntah, penurunan nafsu makan
  • Nyeri abdomen
  • Ganguan peristaltic

Tujuan: pola eliminasi normal sesuai dengan fungsinya

Intervensi : 
  1. Observasi warna feses, konsistensi, frekuensi dan jumlah.
  2. Kaji bunyi usus
  3. Beri cairan 2500-3000 ml/hari dalam toleransi jantung
  4. Hindari makan yang berbentuk gas
  5. Kaji kondisi kulit perianal

Kolaborasi
  1. Konsul ahli gizi untuk pemberian diit seimbang
  2. Beri laksatif
  3. Beri obat anti diare

5. Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan pertahanan skunder yang tidak adekuat.

Ditandai dengan tidak dapat diterapkan adanya tanda-tanda dan gejala- gejala yang membuat diagnosa actual

Tujuan: terjadi penurunan resiko infeksi

Intervensi

  1. Tingkatkan cuci tangan dengan baik
  2. Pertahan kan tehnik aseptik ketat pada setiap tindakan
  3. Bantu perawatan kulit perianal dan oral dengan cermat
  4. Batasi pengunjung

Kolaborasi
  1. Ambil spesemen untuk kultur
  2. Berikan antiseptic topikak, antibiotic sistemik.

Evaluasi

Evaluasi adalah perbandingan yang sistemik atau terencana tentang kesehatan pasien dengan tujuan yang telah ditetapkan, dilakukan dengan cara berkesinambungan, dengan melibatkan pasien, keluarga dan tenaga kesehatan lainnya. (Lynda Juall Capenito, 1999: 28).

Evaluasi pada pasien dengan anemia adalah:
  1. Infeksi tidak terjadi.
  2. Kebutuhan nutrisi terpenuhi.
  3. Pasien dapat mempertahankan/meningkatkan ambulasi/aktivitas.
  4. Peningkatan perfusi jaringan.
  5. Dapat mempertahankan integritas kulit.
  6. Membuat/kembali pola normal dari fungsi usus.
  7. Pasien mengerti dan memahami tentang penyakit, prosedur diagnostic dan rencana pengobatan.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Anemia
https://detra181.wordpress.com/tag/asuhan-keperawatan-pada-pasien-anemia/

Senin, 10 Agustus 2015

Berbagai Pengertian Bronkiektasis Menurut Para Ahli

Berbagai Pengertian Bronkiektasis Menurut Para Ahli

Bronkiektasis adalah dilatasi bronki dan bronkiolus kronis yang mungkin disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk infeksi paru dan obstruksi bronkus; aspirasi benda asing, muntahan, atau benda-benda dari saluran pernapasan atas; dan tekanan akibat tumor , pembuluh darah yang berdilatasi, dan pembesaran nodus limfe. (Bruner & Suddarth)

Bronkiektasis adalah keadaan yang ditandai dengan dilatasi kronik bronkus dan bronkiolus ukuran sedang (kira-kira percabangan keempat sampai ke sembilan). (Sylvia dan Lorraine, 2006)

Bronkiektasis merupakan kelainan morfologis yang terdiri dari pelebaran bronkus yang abnormal dan menetap disebabkan kerusakan komponen elastis dan muscular dinding bronkus ( Soeparman & Sarwono, 1990)

Bronkiektasis adalah penyakit yang ditandai dengan dilatasi (ektasis) bronkus lokal patologis dan kronik disebabakan elemen-elemen elastis dan otot-otot polos bronkus. Umumnya pada bronkus kecil (medium size) (Passiyan Rahmatullah, 2006)

Bronkiektasis adalah dilatasi kronis yang abnormal serta destruksi dinding bronkus, dan dapat terjadi diseluruh percabangan trakeobronkial. (Kowalak, Welsh, Mayer, 2011)

Bronkiektasis berarti suatu dilatasi yang tak dapat pulih lagi dari bronchial yang disebabkan oleh episode pnemonitis berulang dan memanjang,aspirasi benda asing, atau massa ( mis. Neoplasma) yang menghambat lumen bronchial dengan obstruksi ( Hudak & Gallo,1997).

Bronkiektasis adalah dilatasi permanen abnormal dari salah satu atau lebih cabang-vabang bronkus yang besar ( Barbara E, 1998).

Bronkiektasis adalah dilatasi bronkus dan bronkhiolus kronis permanen. dilatasi bronkus terjadi secara setempat sampai pada jalan area bafas yang memasok bagian parenkim paru-paru. (Irman Soemantri, 2008)

Bronkiektasis adalah dilatasi permanen abnormal dari salah satu atau lebih cabang-vabang bronkus yang besar ( Barbara E, 1998).

Bronkiektosis adalah suatu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran pernafasan yang besar. (www.medicastore.com)

Bronkiektasis - Pengkajian, Diagnosa Keperawatan dan Intervensi

Pathway Bronkiektasis

Minggu, 09 Agustus 2015

Bronkiektasis - Pengkajian, Diagnosa Keperawatan dan Intervensi

Pengkajian Bronkiektasis

  1. Riwayat atau adanya faktor-faktor penunjang :
    • Merokok produk tembakau sebagai factor penyebab utama
    • Tinggal atau bekerja daerah dengan polusi udara berat
    • Riwayat alergi pada keluarga
    • Ada riwayat asam pada masa anak-anak
  2. Riwayat atau adanya faktor-faktor pencetus eksaserbasi seperti :
    • Allergen (serbuk, debu, kulit, serbuk sari atau jamur)
    • Sress emosional
    • Aktivitas fisik yang berlebihan
    • Polusi udara
    • Infeksi saluran nafas
    • Kegagalan program pengobatan yang dianjurkan
  3. Pemeriksaan fisik berdasarkan fokus pada system pernafasan yang meliputi :
    • Kaji frekuensi dan irama pernafasan
    • Inpeksi warna kulit dan warna menbran mukosa
    • Auskultasi bunyi nafas
    • Pastikan bila pasien menggunakan otot-otot aksesori bila bernafas :
      • Mengangkat bahu pada saat bernafas
      • Retraksi otot-otot abdomen pada saat bernafas
      • Pernafasan cuping hidung
    • Kaji bila ekspansi dada simetris atau asimetris
    • Kaji bila nyeri dada pada pernafasan
    • Kaji batuk (apakah produktif atau nonproduktif). Bila produktif tentukan warna sputum.
    • Tentukan bila pasien mengalami dispneu atau orthopneu
    • Kaji tingkat kesadaran.
  4. Pemeriksaan diagnostik meliputi :
    • Gas darah arteri (GDA) menunjukkan PaO2 rendah dan PaCO2 tinggi
    • Sinar X dada memunjukkan peningkatan kapasitas paru dan volume cadangan
    • Klutur sputum positif bila ada infeksi
    • Esei imunoglobolin menunjukkan adanya peningkatan IgE serum
    • Tes fungsi paru untuk mengetahui penyebab dispneu dan menentukan apakah fungsi abnormal paru ( obstruksi atau restriksi).
    • Tes hemoglobolin.
    • EKG ( peninggian gelombang P pada lead II, III, AVF dan aksis vertikal.)
  5. Kaji persepsi diri pasien
  6. Kaji berat badan dan masukan rata-rata cairan dan diet.

Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Bronkiektasis

I. Tidak efektif bersihan jalan nafas berhubungan dengan peningkatan produksi sekret, sekret kental.

Tujuan :
  • Mempertahakan jalan nafas paten dengan bunyi nafas bersih/jelas.
Kriteria hasil :
  • Menujukkan perilaku untuk memperbaiki bersihan jalan nafas( batuk yang efektif, dan mengeluarkan secret.)
Rencana Tindakan :

1. Kaji /pantau frekuensi pernafasan. Catat rasio inspirasi dan ekspirasi
Rasional : Tachipneu biasanya ada pada beberapa derajat dapat ditemukan pada penerimaan atau selam stress/ proses infeksi akut. Pernafasan melambat dan frekuensi ekspirasi memanjang disbanding inspirasi

2. Auskultasi bunyi nafas dan catat adanya bunyi nafas
Rasional : Derajat spasme bronkus terjadi dengan obstruksi jalan nafas dan dapat /tak dimanisfestasikan adanya bunyi nafas

3. Kaji pasien untuk posisi yang nyaman,Tinggi kepala tempat tidur dan duduk pada sandaran tempat tidur
Rasional : Peninggian kepala tempat tidur mempermudah fungsi pernafasan dengan mempergunakan gravitasi. Dan mempermudah untuk bernafas serta membantu menurunkan kelemahan otot-otot dan dapat sebagai alat ekspansi dada.

4. Bantu latihan nafas abdomen atau bibir
Rasional : Untuk mengatasi dan mengontrol dispneu dan menurunkan jebakan udara

5. Observasi karakteriktik batuk dan Bantu tindakan untuk efektifan upaya batuk
Rasional : Mengetahui keefktifan batuk

6. Tingkatan masukan cairan samapi 3000ml/hari sesuai toleransi jantung serta berikan hangat dan masukan cairan antara sebagai penganti makan
Rasional : Hidrasi membantu menurunkan kekentalan secret,mempermudah pengeluaran.cairan hangat dapat menurunkan spasme bronkus. Cairan antara makan dapat meningkatkan distensi gaster dan tekana diafragma.

7. Berikan obat sesuai indikasi
Rasional : Mempercepat proses penyembuhan


II. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan gangguan suplai oksigen dan kerusakan alveoli

Tujuan :
  • Menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigenasi jaringan adekuat dengan GDA dalam rentang normal dan bebas gejala distress pernafasan.
Kriteria :
  • GDA dalam batas normal, warna kulit membaik, frekuensi nafas 12- 24x/mt,bunyi nafas bersih, tidak ada batuk,frekuensi nadi 60-100x/mt,tidak dispneu.
Rencana Tindakan :

1. Kaji frekuensi, kedalaman pernafasan serta catat penggunaan otot aksesori
Rasional : Untuk mengevaluasi derajat distress pernafsan/ kronisnya suatu penyakit

2. Tingikan kepala tempat tidur dan Bantu untuk memilih posisi yang mudah untuk bernafas .Kaji / awasi secara rutin kulit dan warna membran mukosa
Rasional : Suplai oksigen dapat diperbaiki dengan posisi duduk tinggi dan latihan nafas untuk menurunkan kolaps jalan nafas.

3. Dorong untuk pengeluaran sputum/ penghisapan bila ada indikasi
Rasional : Sputum menganggu proses pertukaran gas serta penghisapan dilakukan bila batuk tidak efektif

4. Awasi tingkat kesadaran / status mental
Rasional : Manisfestasi umum dari hipoksia

5. Awasi tanda vital dan status jantung
Rasional : Perubahan tekanan darah menunjukkan efek hipoksia sistemik pada fungsi jantung

6. Berikan oksigen tambahan dan pertahankan ventilasi mekanik dan Bantu intubasi
Rasional : Dapat memperbaiki atau mencegah terjadinya hipoksia dan kegagalan nafas serta tindakan untuk penyelamatan hidup.


III. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual muntah,produksi sputum, dispneu

Tujuan :
  • Peningkatan dalam status nutrisi dan berta badan pasien
Kriteria hasil :
  • Pasien tidak mengalami kehilangan berat badan lebih lanjut atau mempertahankan berat badan.
Rencana tindakan :

1. Pantau masukan dan keluaran tiap 8 jam, jumlah makanan yang dikonsumsi serta timbang berta badan tiap minggu
Rasional : Untuk mengidentifikasi adanya kemajuan atau penyimpangan dari yang diharapkan

2. Ciptakan suasana yang menyenangkan ,lingkungan yang bebas dari bau selama waktu makan
Rasional : Suasana dan lingkungan yang tak sedap selama waktu makan dapat meyebakan anoreksia

3. Rujuk pasien ke ahli diet untuk memantau merencanakan makanan yang akan dikonsumsi
Rasional : Dapat membantu pasien dalam merencanakan makan dengan gisi yang sesuai

4. Dorong klien untuk minum minimal 3 liter cairan perhari, jika tidak mendapat infus
Rasional : Untuk mengatasi dehidrasi pada pasien


IV. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan proses penyakit kronis, malnutrisi.

Tujuan :
  • Tidak terjadi/ adanya gejala –gejala infeksi
Kriteria hasil :
  • Tidak terjadi infeksi suhu tbuh berkisar 36-37 0c,Sel darah putih 5.000-10.000/mm3.batuk produktif tidak ada.
Rencana intervensi :

1. Pantau suhu pasien tiap 4 jam, hasil kultur sputum dan hasil pemeriksaan leokusit serta warna dan konsistensi sputum
Rasional : Untuk mengidentifikasi kemajuan yang dapat dicapai dan penyimpangan dari sasaran yang diharapkan ( infeksi yang mungkin terjadi ).

2. Lakukan pemeriksaan sputum untuk pemeriksaan kultur
Rasional : Dapat membantu menegakkan diagnosa infeksi saluran nafas dan mengidentifikasi kuman penyebabnya.

3. Berikan nutrisi yan adekuat
Rasional : Malnutrisi dapat mempengaruhi kesehatan umum dan menurunkan tahan terhadap infeksi

4. Berikan antibiotik sesuai anjuran dan evaluasi keefektifannya
Rasional : Sebagai pencegahan dan pengobatan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan


V. Ansietas berhubungan dengan takut kesulitan bernafas selama fase eksaserbasi, kurang pengetahuan tentang pengobatan yang akan dilaksanakan.

Tujuan :
  • Hilangnya ansietas
Kriteria hasil :
  • Ekspresi wajah rileks, frekuensi nafas antara 12-24 x/mt,frekuensi nadi 60-100x/mt.
Intervensi Keperawatan :
1. Selama periode distress pernafasan akut :
  • Batasi jumlah dan frekuensi pengunjung
  • Mulai berikan oksigen lewat kanula sebanyak 2 ltr/mt
  • Demontrasikan untuk kontrol pernafasan
  • Ijinkan seseorang untuk menemani pasien
  • Pertahankan posisi fowler dengan posisi lengan menopang
Rasional : Membantu pasien untuk mengontrol keadaannya dengan meningkatkan relaksasi dan meningkatkan jumlah udara yang masuk paru-paru

2. Hindari pemberian informasi dan instruksi yang bertele-tele/sederhana mungkin ketika pasien mengalami distress dan lakukan pendekatan dengan pasien secara tenang dan menyakinkan
Rasional : Pasien dapat menerima sedikit informasi dalam keadaan gelisah dan terlalu banyak informasi dapat meningkatkan ansietas dan memberitauhkan apa yang diharpkan makakan dapat membantu penurunan ansietas

3. Gunakan obat sedatif sesui dengan yang diresepkan
Rasional :Obat penenang dapat mengontrol tingkat ansietasnya


VI. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kerusakan pertukaran gas

Tujuan :
Klien menunjukkan peningkatan toleransi terhadap aktivitas

Kriteria hasil :
  • Menurunnya keluhan tentang napas pendek dan lemah dalam melaksanakan aktivitas
Rencana Tindakan:

1. Pantau nadi dan frekuensi nafas sebelum dan sesudah aktivitas
Rasional : Mengidentifikasi kemabali penyimpangan tujuan yang diharapkan

2. Berikan bantuan dalam melaksanakan aktivitas sesuai yang diperlukan dan dilakukan secara bertahap
Rasional : Dapat mengurangi pengunaan energi yang berlebihan

3. Anjurkan makanan dalam porsi kecil tapi sering dengan makanan yang mudah dikunyah
Rasional : Makanan dalam porsi besar sasah dikunyah dan memerlukan banyak energi


Pathway Bronkiektasis