Pembaca, Tidak bisa dipungkiri, semua wanita pasti ingin terlihat cantik setiap saat. Senang rasanya bila kecantikan Anda dilirik oleh lawan jenis Anda. Bahkan banyak Wanita rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membuat dirinya terlihat sempurna, banyak mengeluarkan biaya untuk bisa menjadi cantik.
Namun, bagaimana cara untuk menjadi cantik di saat harus dengan waktu yang singkat. Seperti dikutip All Women Stalk, ini dia cara mempersingkat waktu merias diri.
1. Tisu Pembersih Wajah atau Toner
Tisu Pembersih Wajah atau Toner akan mempersingkat waktu untuk membersihkan wajah Anda. Tidak perlu Anda menggunakan sabun wajah, hanya dengan cara ini, Anda tetap bisa membuat wajah kembali bersinar tanpa harus membersihkannya dengan air.
2. Make-up Simple untuk Mata
Make-up Simple untuk Mata. Janganlah Anda berlebihan pada saat Anda membingkai mata. Pakailah cara sederhana saja. Coba Anda gunakan eyeliner untuk mempertajam mata. Kemudian, manfaatkan warna natural di bawah alis dan Anda bisa menambahkan maskara sebagai pelengkap untuk membuat bulu mata Anda semakin lentik.
3. Cucilah Rambut Anda dengan Dry Shampo
Di saat Anda sedang terburu-buru dan tidak sempat mencuci rambut, janganlah Anda memaksakan mencuci rambut menggunakan shampo dan kondisioner. Selain hanya memakan waktu, penampilan Anda menjadi kurang sempurna karena rambut yang basah. Bagaimana solusinya ? Solusinya adalah dengan menyemprotkan dry shampo atau shampo kering. Dry shampo bisa dibeli di salon, toko kosmetik dan supermarket seperti Food Hall.
4. Cepol Rambut Saat Tidur untuk Menghasilkan Efek Keriting
Jangan buang-buang waktu Anda untuk mengeriting rambut pada pagi hari. Agar rambut lebih bervolume dan memiliki efek curly, Anda bisa lakukanlah pada malam hari. Bagaimana caranya ? Caranya dengan mencepol rambut tinggi-tinggi, biarkan hingga esok hari. Hasilnya, rambut akan menjadi lebih bergelombang. Selain itu rambut akan lebih sehat karena Anda tidak menggunakan curly iron yang dapat merusak rambut.
5. BB Cream
Cara praktis untuk mendapatkan pelembab, sunblock dan foundation pada wajah adalah dengan menggunakan BB Cream. BB Cream memiliki formula yang lengkap yakni untuk merawat kulit, melembabkan, memiliki kandungan SPF sebagai sunblock serta berwarna seperti foundation, sehingga warna kulit menjadi rata dan Anda tidak perlu lagi menggunakan foundation atau pun bedak.
Rabu, 09 Desember 2015
Minggu, 01 November 2015
Askep ARDS : Diagnosa Keperawatan dan Intervensi
Askep ARDS : Diagnosa Keperawatan dan Intervensi
Diagnosa Keperawatan 1. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan:
Intervensi :
Mandiri:
Kolaborasi :
Rasional :
Mandiri:
Diagnosa Keperawatan 2. Gangguan pertukaran gas
berhubungan dengan:
Kriteria hasil:
Mandiri:
Mandiri:
Diagnosa Keperawatan 3. : Kelebihan volume cairan
berhubungan dengan:
Ditandai dengan:
Mandiri:
Rasional :
Kolaborasi:
Diagnosa Keperawatan 4. Ansietas
berhubungan dengan:
Mandiri:
Kolaborasi:
Rasional :
Mandiri :
Diagnosa Keperawatan 5. Kurangnya pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi, kebutuhan terapi
berhubungan dengan:
Intervensi :
Mandiri:
Rasional :
Sumber : rusiindahyani.blogspot.co.id
Diagnosa Keperawatan 1. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan:
- Kehilangan fungsi silia jalan napas (hipoperfusi).
- Peningkatan jumlah/viskositas secret paru.
- Meningkatnya tahanan jalan napas (edema interstisial).
- Laporan dispnea.
- Perubahan kedalaman/frekuensi pernapasan, penggunaan otot aksesori untuk bernapas.
- Batuk (efektif atau tidak efektif) dengan/tanpa produksi sputum.
- Ansietas/gelisah.
- Menyatakan/menunjukkan hilangnya dispnea.
- Mempertahankan jalan napas paten dengan bunyi napas bersih/tak ada ronki.
- Mengeluarkan secret tanpa kesulitan.
- Menunjukkan perilaku untuk memperbaiki/mempertahankan bersihan jalan napas.
Intervensi :
Mandiri:
- Catat perubahan upaya dan pola bernapas.
- Observasi penurunan ekspansi dinding dada dan adanya/peningkatan fremitus.
- Catat karakteristik bunyi napas.
- Catat karakteristik batuk (missal, menetap, efektif/tak efektif) juga produksi dan karakteristik sputum.
- Pertahankan posisi tubuh/kepala tepat dan gunakan alat jalan napas sesuai kebutuhan
- Bantu dengan batuk/napas dalam, ubah posisi dan penghisapan sesuai indikasi.
Kolaborasi :
- Berikan oksigen lembab, cairan IV: berikan kelembaban ruangan yang tepat.
- Berikan terapi aerosol, nebulizer ultrasonic.
- Bantu dengan/berikan fisoterapi dada, contoh drainase postural: perkusi dada/vibrasi sesuai indikasi.
- Berikan bronkidilator, contoh aminofilin, albuterol (proventil): isoetarin (bronkosol) dan agen mukolitik, contoh asetikistein (Mucomyst), guaifenesin (Robitussin).
- Awasi untuk efek samping merugikan dari obat, contoh takikardia, hipertensi, tremor, insomnia.
Rasional :
Mandiri:
- Penggunaan otot interkosta/abdominal dan pelebaran nasal menunjukkan peningkatan upaya bernapas.
- Ekspansi dada terbatas atau tak sama sehubungan dengan akumulasi cairan, edema, dan secret dalam seksi lobus. Konsolidasi paru dan pengisian cairan dapat meningkatkan fremitus.
- Bunyi napas menunjukkan aliran udara melalui pohon trakeobronkial dan dipengaruhi oleh adanya cairan, mucus, atau obstruksi aliran udara lain. Mengi dapat merupakan bukti konstriksi bronkus atau penyempitan jalan napas sehubungan dengan edema. Ronki dapat jelas tanpa batuk dan menunjukkan pengumpulan mukus pada jalan napas.
- Karakteristik batuk dapat berubah tergantung pada penyebab/etiologi gagal pernapasan. Sputum, bila ada mungkin banyak, kental, berdarah, dan atau purulen.
- Memudahkan memelihara jalan napas atau paten bila jalan napas pasien dipengaruhi mis., gangguan tingkat kesadaran, sedasi dan trauma maksilofasial.
- Pengumpulan sekresi mengganggu ventilasi atau edema paru dan bila pasien tidak diintubasi, peningkatan masukan cairan oral dapat mengencerkan/meningkatkan pengeluaran.
- Kelembaban menghilangkan dan memobilisasi secret dan meningkatkan transport oksigen.
- Pengobatan dibuat untuk mengirimkan oksigen/bonkodilatasi/kelembaban dengan kuat pada alveoli dan untuk memobilisasi secret.
- Meningkatkan drainase/ eliminasi secret paru ke dalam sentral bronkus, dimana dapat lebih siap dibatukan atau dihisap keluar. Meningkatkan efesiensi penggunaan otot pernapasan dan membantu ekspansi alveoli.
- Obat diberikan untuk menghilangkan spasme bronkus, menurunkan viskositas secret, memperbaiki ventilsi dan memudahkan pembuangan secret.
- Memerlukan perubahan dosis/pilihan obat.
Diagnosa Keperawatan 2. Gangguan pertukaran gas
berhubungan dengan:
- Akumulasi protein dan cairan dalam interstisial/area alveolar.
- Hipoventilasi alveolar.
- Kehilangan surfaktan menyebabkan kolaps alveolar.
- Takipnea, penggunaan otot aksesori, sianosis.
- Perubahan GDA, gradien A-a, dan tindakan pirau.
- Ketidakcocokan ventilasi/perfusi dengan peningkatan ruang mati dan pirau intrapulmonal.
Kriteria hasil:
- Menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigenasi adekuat dengan GDA dalam rentang normal dan bebas gejala distress pernapasan.
- Berpartisipasi dalam program pengobatan dalam kemampuan/situasi.
Mandiri:
- Kaji status pernapasan dengan sering, catat peningkatan frekuensi/upaya pernapasan atau perubahan pola napas.
- Catat adanya/tidak adanya bunyi napas dan adanya bunyi tambahan, contoh krakels, mengi.
- Kaji adanya sianosis.
- Observasi kecendrungan tidur, apatis, tidak perhatian, gelisah, bingung, somnolen.
- Auskultasi frekuensi jantung dan irama.
- Berikan periode istirahat dan lingkungan tenang.
- Tunjukkan/dorong penggunaan napas bibir bila diindikasikan.
- Berikan oksigen lembab dengan masker CPAP sesuai indikasi.
- Bantu dengan/berikan tindakan IPPB.
- Kaji seri foto dada.
- Awasi/gambarkan seri GDA/oksimetri nadi.
- Berikan obat sesuai indikasi contoh steroid, antibiotic, bronkodilator, ekspektoran
Mandiri:
- Takipnea adalah mekanisme kompensasi untuk hipoksemia dan peningkatan upaya pernapasan dapat menunjukkan derajat hipoksemia.
- Bunyi napas dapat menurun, tidak sama atau tak ada pada area yang sakit. Kreleks adalah bukti peningkatan cairan dalam area jaringan sebagai akibat peningkatan permeabilitas membrane alveolar-kapiler. Mengi adalah bukti kronstriksi bronkus dan/atau penyempitan jalan napas sehubungan dengan mukus/edema.
- Penurunan oksigenasi bermakna (desaturasi 5g hemoglobin)terjadi sebelum sianosis. Sianosis sentral dari “organ” hangat, contoh lidah, bibir, dan daun telinga adalah paling indikatif dari hipoksemia sistemik. Sianosis perifer kuku/ekstreminitas sehubungan dengan vasokontriksi.
- Dapat menunjukkan berlanjutnya hipoksemia dan/atau asidosis.
- Hipoksemia dapat menyebabkan mudah terangsang pada miokardium, menghasilkan berbagai disritmia.
- Menghemat energy pasien, menurunkan kebutuhan oksigen.
- Dapat membantu khususnya untuk pasien yang sembuh dari penyakit lama/berat, mengakibatkan destruksi parenkim paru.
- Memasimalkan sediaan oksigen untuk pertukaran, dengan tekanan jalan napas positif kontinu.
- Meningkatkan ekspansi penuh paru untuk memperbaiki oksigenasi dan untuk memberikan obat nebulizer ke dalam jalan napas. Intubasi dan dukungan ventilasi diberikan bila PaO2 kurang dari 60 mmHg dan tidak berespons terhadap peningkatan oksigen murni (FIP2).
- Menunjukkan kemajuan atau kemunduran kongesti paru.
- Menunjukkan ventilasi/oksigenasi dan status asam/basa. Digunakan sebagai dasar evaluasi keefektifan terapi atau indicator kebutuhan perubahan terapi.
- Pengobatan untuk SDPD sangat mendukung lebih besar atau dibuat untuk memperbaiki penyebab SDPD dan mencegah berlanjutnya dan potensial komplikasi fatal hipoksemia. Steroid menguntungkan dalam menurunkan inflamasi dan meningkatkan produksi surfaktan. Bonkodilator/ekspektoran meningkatkan bersihan jalan napas. Antibiotic dapat diberikan pada adanya infeksi paru/sepsis untuk mengobati pathogen penyebab.
Diagnosa Keperawatan 3. : Kelebihan volume cairan
berhubungan dengan:
- Gangguan mekanisme regulasi.
- Kelebihan asupan cairan.
- Kelebihan asupan natrium.
Ditandai dengan:
- Edema.
- Gangguan elektrolit.
- Perubahan pola pernapasan.
- Asupan melebihi haluaran.
- Efusi pleura.
- Dispnea.
- Mendemonstrasikan volume cairan stabil dengan keseimbangan masukan/keluaran, berat stabil, tanda-tanda vital dalam batas normal dan tidak ada edema.
Mandiri:
- Pantau pemasukan/pengeluaran. Hitung keseimbangan cairan, catat kehilangan kasat mata. Timabang berat badan sesuai indikasi.
- Evaluasi turgor kulit, kelembaban membran mukosa, adanya edema dependen/umum
- Pantau tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi pernapasan). Auskultasi bunyi napas, catat adanya krekel.
- Kaji ulang kebutuhan cairan
- Hilangkan tanda bahaya dan ketahui dari lingkungan.
- Anjurkan pasien untuk minum dan makan dengan perlahan sesuai indikasi.
- Berikan cairan IV melalui alat control
- Pemberian anti emetic, contoh: proklorperazin meleat (compazine), trimetobenzamid (tigan), sesuai indikasi.
- Pantau pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi, contoh: Hb/Ht, BUN/kreatinin, protein plasma, elektrolit.
Rasional :
- Evaluator langsung status cairan. Perubahan tiba-tiba pada berat badan dicurigai kehilanagn/retensi cairan.
- Indicator langsung satatus cairan/perbaikan keseimbangan.
- Kekurangan cairan mungkin dimanisfestasikan oleh hipotensi dan takikardi, karena jantung mencoba untuk mempertahankan curah jantung. Kelebihan cairan/terjadinya gagal mungkin dimanifestasikan oleh hipertensi, takikardi, takipnea, krekels, distress pernafasan.
- Tergantung pasa situasi, cairan dibatasi atau diberikan terus. Pemberian informasi melibatkan pasien pada pembuatan jadwal dengan kesukaan individu dan meningkatkan rasa terkontrol dan kerjasama dalam program.
- Dapat menurunkan rangsanagan pusat muntah.
- Dapat menurunkan terjadinya muntah bila mual.
Kolaborasi:
- Cairan dapat dibutuhkan untuk mencegah dshidrasi, meskipun pembatasan cairan mungkin diperlukan bila pasien GJK
- Dapat membantu menurunkan mual/muntah (berkerja pada sentral, dari pada dig aster) meningkatkan pemasukan cairan/makanan
- Mengevaluasi satus hidrasi, fungsi ginjal dan penyebab/efek ketidak seimbangan.
Diagnosa Keperawatan 4. Ansietas
berhubungan dengan:
- Krisis situasi.
- Ancaman/perubahan status kesehatan.
- Faktor psikologis (hipoksemia).
- Menyatakan masalah sehubungan dengan perubahan kejadian hidup.
- Peningkatan tegangan dan tak berdaya.
- Ketakutan, takut, gelisah.
- Menyatakan kesadaran terhadap ansietas dan cara sehat untuk mengatasinya.
- Mengakuai dan mendiskusikan takut.
- Tampak rileks dan melaporkan ansietas menurun sampai tingkat dapat ditangani.
- Menunjukkan pemecahan masalah dan penggunaan sumber efektif.
Mandiri:
- Observasi peningkatan kegagalan pernapasan, agitasi, gelisah, emosi labil.
- Pertahankan lingkungan tenang dengan sedikit rangsang. Jadwalkan perawatan dan prosedur untuk memberikan periode istirahat tak terganggu.
- Tunjukkan/bantu dengan teknik relaksasi, meditasi, bimbingan imajinasi.
- Identifikasi persepsi pasien terhadap ancaman yang ada oleh situasi.
- Dorong pasien untuk mengakui dan menyatakan perasaan.
Kolaborasi:
- Berikan sedative sesuai indikasi dan awasi efek merugikan.
Rasional :
Mandiri :
- Memburuknya hipoksemia dapat menyebabkan atau meningkatkan ansietas.
- Menurunkan ansietas dengan meningkatkan relaksasi dan penghematan energy.
- Memberikan kesempatan untuk pasien menangani ansietasnya sendiri dan merasa terkontrol.
- Membantu pengenalan ansietas /takut dan mengidentifikasi tindakan yang dapat membantu untuk individu.
- Langkah awal dalam mengatasi perasaan adalah terhadap identifikasi dan ekspresi. Mendorong penerimaan situasi dan kemampuan diri untuk mengatasi.
- Membantu pasien menerima apa yang terjadi dan dapat menurunkan tingkat ansietas/takut karena tak tahu. Salah meyakinkan tidak membantu, karena baik perawat dan pasien mengetahui hasil akhirnya.
- Focus perhatian pada keterampilan pasien yang telah dilalui, meningkatkan rasa control diri.
- Meningkatkan penurunan ansietas melihat orang lain tetap tenang. Karena ansietas dapat menular, bila orang terdekat/staf memperlihatkan ansietas mereka, kemampuan koping pasien dapat dengan mudah dipengaruhi.
- Akui kenyataan stress tanpa menyangkal atau meyakinkan bahwa segalanya akan baik. Berikan informasi tentang tindakan yang akan diambil untuk memperbaiki/menghilangkan kondisi.
- Identifikasi teknik yang telah digunakan pasien sebelumnya untuk mengatasi ansietas.
- Bantu orang terdekat untuk berespons positif pada pasien/situasi.
- Mungkin diperlukan untuk membantu menangani ansietas dan meningkatkan istirahat. Namun efek samping seperti depresi pernapasan sapat membatasi atau kontraindiksi untung menggunakannya.
Diagnosa Keperawatan 5. Kurangnya pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi, kebutuhan terapi
berhubungan dengan:
- Kurang informasi.
- Kesalahan interpretasi informasi.
- Kurang mengingat.
- Permintaan informasi.
- Pernyataan masalah.
- Menjelaskan hubungan antara proses penyakit dan terapi.
- Menggambarkan/menyatakan diet, obat, dan program aktivitas.
- Mengidentifikasi dengan benar tanda dan gejala yang memerlukan perhatian medic.
- Membuat rencana untuk perawatan lanjut.
Intervensi :
Mandiri:
- Pacu belajar untuk memenuhi kebutuhan pasien. Berikan informasi dalam cara yang jelas/ringkas. Kaji potensial kerjasama dalam program pengobatan dirumah. Termasuk orang terdekat sesuai indikasi.
- Berikan informasi yang berpusat pada penyebab/timbulnya proses penyakit pada pasien/orang terdekat.
- Anjurkan dalam tindakan pencegahan, bila diperlukanDiskusikan menghindar kerja berlebihan dan pentingnya mempertahankan periode istirahat teratur. Hindari lingkungan dingin dan orang yang sedang infeksi.
- Berikan informasi verbal dan tertulis tentang obat, contoh tujuan, efek samping, rute, dosis, jadwal.
- Kaji konseling nutrisi tentang rencana makan; kebutuhan makanan tinggi kalori.
- Berikan pedoman untuk aktivitas.
- Tunjukan teknik bernapas adaptif dan cara menurunkan kebutuhan energy selama melakukan aktivitas sehari-hari.
- Diskusikan evaluasi perawatan, contoh kunjungi dokter, tes diagnostic fungsi paru, dan tanda/gejala yang memerlukan evaluasi/intervensi,
- Bantu membuat rencana memenuhi kebutuhan individu setelah pulang.
Rasional :
- Sembuh dari gangguan gagal paru dapat sangat menghambat lingkup perhatian pasien, konsentrasi dan energy untuk penerimaan informasi/tugas baru. Khususnya orang terdekat memerlukan keterlibatan bila proses penyakit berat atau berubah untuk batasan kesembuhan.
- SDPD/ARDS adalah komplikasi dari proses lain, bukan diagnose utama. Pasien/orang terdekat sering bingung dengan terjadinya pada sistem pernapasan “sehat” sebelumnya.
- Penurunan tahanan menetap selama periode waktu setelah operasi. Kontrol/menghindari pemajanan pada factor lingkungan, seperti asap/debu, reaksi alergis, atau infeksi diperlukan untuk menghindari komplikasi lanjut.
- Pemberian instruksi penggunaan obat yang aman memampukan pasien untuk mengikuti dengan tepat program pengobatan.
- Pasien dengan masalah pernapasan berat biasanya mengalami penurunan berat badan dan anoreksia sehingga memerlukan peningkatan nutrisi untuk penyembuhan.
- Pasien harus menghindari terlalu lelah dan mengimbangi periode istirahat dan aktivitas untuk meningkatkan regangan/stamina dan mencegah konsumsi/kebutuhan oksigen berlebihan.
- Kondisi lemah dapat membuat kesulitan untuk pasien menyelesaikan tindakan sedarhana pun.
- Pemahaman alasan dan kebutuhan mengikuti evaluasi perawatan, juga kebutuhan untuk perhatian medic meningkatkan partisipasi pasien dan dapat meningkatkan kerjasama dengan program pengobatan.
- Memungkinkan kembali ke rumah sementara tetap memberikan dukungan yang diperlukan selama periode penyembuhan/perbaikan.
Sumber : rusiindahyani.blogspot.co.id
Pengertian ARDS Menurut Para Ahli
Pengertian ARDS Menurut Para Ahli
ARDS adalah Suatu penyakit yang disebabkan oleh kerusakan luas alveolus dan/atau membrane kapiler paru. ARDS selalu terjadi setelah suatu gangguan besar pada system paru, kardiovaskuler, atau tubuh secara luas. (Ellizabeth J. Corwin, 1997)
Gagal nafas akut /ARDS adalah ketidakmampuan sistem pernafasan untuk mempertahankan oksigenasi darah normal (PaO2), eliminasi karbon dioksida (PaCO2) dan pH yang adekuat disebabkan oleh masalah ventilasi difusi atau perfusi (Susan Martin T, 1997)
ARDS adalah keadaan darurat medis yang dipicu oleh berbagai proses akut yang berhubungan langsung ataupun tidak langsung dengan kerusakan paru. (Aryanto Suwondo,2006).
ARDS adalah bentuk khusus dari kegagalan pernapasan yang ditandai dengan hipoksemia yang jekas dan tidak dapat diatasi dengan penanganan konvensional. ARDS diawalai dengan berbagai penyakit yang srius yang pada akhirnya mengakibatkan edema paru-paru difus nonkardiogenikyang khas. (Sylvia A. price & Lorraine M. Wilson, 1995)
Gagal nafas akut/ARDS terjadi bilamana pertukaran oksigen terhadap karbondioksida dalam paru-paru tidak dapat memelihara laju komsumsioksigen dan pembentukan karbon dioksida dalam sel-sel tubuh. Sehingga menyebabkan tegangan oksigen kurang dari 50 mmHg (Hipoksemia) dan peningkatan tekanan karbondioksida lebih besar dari 45 mmHg (hiperkapnia). (Brunner & Sudarth, 2001)
ARDS adalah Suatu penyakit yang disebabkan oleh kerusakan luas alveolus dan/atau membrane kapiler paru. ARDS selalu terjadi setelah suatu gangguan besar pada system paru, kardiovaskuler, atau tubuh secara luas. (Ellizabeth J. Corwin, 1997)
Gagal nafas akut /ARDS adalah ketidakmampuan sistem pernafasan untuk mempertahankan oksigenasi darah normal (PaO2), eliminasi karbon dioksida (PaCO2) dan pH yang adekuat disebabkan oleh masalah ventilasi difusi atau perfusi (Susan Martin T, 1997)
ARDS adalah keadaan darurat medis yang dipicu oleh berbagai proses akut yang berhubungan langsung ataupun tidak langsung dengan kerusakan paru. (Aryanto Suwondo,2006).
ARDS adalah bentuk khusus dari kegagalan pernapasan yang ditandai dengan hipoksemia yang jekas dan tidak dapat diatasi dengan penanganan konvensional. ARDS diawalai dengan berbagai penyakit yang srius yang pada akhirnya mengakibatkan edema paru-paru difus nonkardiogenikyang khas. (Sylvia A. price & Lorraine M. Wilson, 1995)
Gagal nafas akut/ARDS terjadi bilamana pertukaran oksigen terhadap karbondioksida dalam paru-paru tidak dapat memelihara laju komsumsioksigen dan pembentukan karbon dioksida dalam sel-sel tubuh. Sehingga menyebabkan tegangan oksigen kurang dari 50 mmHg (Hipoksemia) dan peningkatan tekanan karbondioksida lebih besar dari 45 mmHg (hiperkapnia). (Brunner & Sudarth, 2001)
Selasa, 27 Oktober 2015
12 Model Konsep dan Teori Keperawatan
Konsep merupakan suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat diorganisir menjadi simbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan. Teori itu sendiri merupakan sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau suatu pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian yang didasari oleh fakta-fakta yang telah diobservasi tetapi kurang absolute atau bukti secara langsung.
Macam-Macam Model Konsep dan Teori Keperawatan
1. Model Konsep dan Teori Keperawatan Florence Nightingale
Model konsep ini memposisikan lingkungan adalah sebagai fokus asuhan keperawatan, dan perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit model konsep ini dalam upaya memisahkan antara profesi keperawatan dan kedokteran. Orientasi pemberian asuhan keperawatan atau tindakan keperawatan lebih diorientasikan pada pemberian udara, lampu, kenyamanan.
Lingkungan, kebersihan, ketenangan, dan nutrisi yang adequate, dengan dimulai dari pengumpulan data dibandingkan dengan tindakan pengobatan semata, upaya teori tersebut dalam rangka perawat mampu menjalankan praktik keperawatan mandiri tanpa tergantung dengan profesi lain.
2. Model Konsep dan Teori Keperawatan Faye Abdellah
Model konsep ini difokuskan dalam pemberian asuhan keperawatan bagi manusia pada intinya adalah memberikan kebutuhan secara fisik, emosi, intelektual, sosial dan spiritual bagi para pasien maupun keluarga. Sehingga perawat perlu pendekatan dengan hubungan interpersonal, psikologi , pertumbuhan dan perkembangan manusia, komunikasi dan sosiologi.
4 Kategori Kebutuhan Manusia menurut Teori Abdellah :
- Kenyamanan
- Kebersihan
- Keamanan
- Keseimbangan fisiologi
3. Model Konsep dan Teori Keperawatan Peplau
Model konsep dan teori keperawatan peplau ini menjelaskan tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain yang menggunakan dasar hubungan antar manusia yang mencakup proses interpersonal, perawat-klien, dan masalah kecemasan yang terjadi akibat sakit.
Proses interpersonal yang di maksud antara perawat dengan klien ini memiliki empat tahap yaitu :
- Fase Orientasi
- Fase identifikasi
- Fase eksplorasi
- Fase resolusi
Model Konsep dan Teori Keperawatan Ida Orlando ( Teori Orlando)
Teori Orlando difokuskan pada perilaku klien menurut kebutuhan.
3 Konsep Penting menurut Orlando:
- Perilaku klien
- Reaksi perawat
- Tindakan keperawatan
4. Model Konsep dan Teori Keperawatan Myra Levine ( Teori Levine)
Model konsep ini memandang klien sebagai makhluk hidup terintegrasi yang saling berinteraksi dan beradapatasi terhadap lingkungannya. Dan intervensi keperawatan adalah suatu aktivitas konservasi, dan konvervasi energi adalah bagian yang menjadi pertimbangan. Kemudian sehat menurut Levine itu dilihat dari sudut pandang konvervasi energi, sedangkan dalam keperawatan terhadap empat konservasi diantaranya energi klien, struktur integritas, integritas personal dan itegritas sosial, sehingga pendekatan asuhan keperawatan ditunjukan pada penggunaan sumber-simber kekuatan klien secara optimal (Potter dan Perty, 1997).
5. Model Konsep dan Teori Keperawatan Dorothea Orem (Teori Orem)
Dorothea Orem (Model Self Care) ialah pengertian bahwa bentuk pelayanan keperawatan dipandang dari suatu pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar dengan tujuan mempertahankan kehidupan, kesehatan, kesejahteraan sesuai dengan keadaan sehat dan sakit, yang ditekankan pada kebutuhan klien tentang perawatan diri sendiri, mengatasai masalah keterbatasan serta mempertahankan dan menjaga kemampuan pasien dalam perawatan diri.
6. Model konsep dan teori keperawatan sister calista roy.
Merupakan model dalam keprawatan yang menguraikan bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatannya dengan cara mempertahankan perilaku secara adaptif serta mampu merubah perilaku yang mal adaptif.
Calista roy mengemukakan konsep keperawatan dengan model adaptasi yang memiliki beberapa pandangan atau keyakinan serta nilai yang dimilikinya antara lain:
- Manusia sebagai makhluk biologi,psikologi,dan sosial yang selalu berinteraksi dengan lingkungannya.
- Untuk mencapai suatu homeostatis atau terintegrasi, seseorang harus beradaptasi sesuai dengan perubahan yang terjadi.
- Terdapat tiga tingkatan adaptasi pada manusia.
- Sistem adaptasi memiliki empat mode adaptasi yaitu, fungsi fisiologis, konsep diri,fungsi peran, dan interdependent.
- Proses penyesuaian diri individu harus meningkatkan energi untuk kelangsungan kehidupan, perkembangan, reproduksi dan ke unggulan sehingga akan meningkatkan respon adaptif
7. Model Konsep dan teori keperawatan Betty Neuman (teori Neuman)
Model konsep ini adalah model konsep health care system yaitu model konsep yang menggambarkan aktivitas keperawatan yang ditujukan kepada penekanan penurunan stres dengan memperkuat garis pertahanan diri secara fleksibel atau normal maupun resistan dengan sasaran pelayanan adalah komunitas
Betty Neuman dalam memahami konsep keperawatan ini memiliki dasar pemikiran yang terkait dengan komponen paradigma yaitu memandang manusia sebagai suatu sistem terbuka yang selalu mencari keseimbangan dan merupakan satu kesatuan dari variabel yang utuh diantaranya fisiologis, psikologis, sosiokultural dan spiritual
Secara umum fokus dari model keperawatan menurut neuman ini berfokus pada respons terhadap stesor serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses adaptasi pada pasien
8. Model Konsep dan Teori Keperawatan King (Teori King)
Teori King memahami model konsep dan teori keperawatan dengan menggunakan pendekatan sistem terbuka dalam hubungan interaksi yang konstan dengan lingkungan, sehingga King mengemukakan dalam model konsep interaksi.
Konsep kerja dalam teori King menurut teori King meliputi :
- Sistem personal
- Sistem Interpersonal
- Sistem Sosial
Konsep hubungan manusia menurut konsep King :
- Aksi merupakan proses awal hubungan dua individu dalam berperilaku, dalam memahami atau mengenali kondisi yang ada dalam keperawatan dengan digambarkan hubungan perawat dan klien untuk melakukan kontrak yang diharapkan
- Reaksi adalah suatu bentuk tindakan yang terjadi akibat dari adanya aksi dan merupakan respon dari individu
- Interaksi yaitu suatu bentuk kerjasama yang saling mempengaruhi antara perawat dan klien sehingga terwujud komunikasi
- Transaksi adalah antara perawat dan klien terjadi suatu persetujuan dalam merencana tindakan keperawatan yang akan dilakukan
9. Model Konsep dan Teori Keperawatan Martha E Rogers (Teori Rogers)
Model konsep dan teori keperawatan menurut Martha E Rogers dikenal dengan nama konsep manusia sebagai unit. Dalam memahami konsep model dan teori ini, Martha berasumsi bahwa manusia merupakan satu kesatuan yang utuh, yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda.
Asumsi tersebut didasarkan pada kekuatan yang berkembang secara alamiah.
10. Model Konsep dan Teori Keperawatan Jean Waston (Teori Waston)
Jean waston dalam memahami konsep keperawatan terkenal memahami pengetahuan manusia dan merawat. Tolak ukur pandangan waston ini didasari pada unsur teori kemanusiaan. Pandangan teori waston memahami bahwa manusia memiliki empat cabang kebutuhan manusia yang saling berhubungan yaitu :
- Kebutuhan dasar biofisikial atau kebutuhan untuk beraksi
- Kebutuhan psikofisikal atau kebutuhan fungsional
- Kebutuhan psikososial atau kebutuhan untuk integrasi
- Kebutuhan Intra dan interpersonal
11. Model Konsep dan Teori Keperawatan Jhonson (Teori Jhonson)
Model konsep dan teori ini adalah dengan pendekatan sistem perilaku, dimana individu dipandang sebagai sistem perilaku yang selalu ingin mencapai keseimbangan dan stabilitas. Baik dilingkungan internal maupun eksternal.
Sebagai suatu sistem, didalamnya terdapat komponen subsistem yang membentuk sistem tersebut, diantara komponen subsistem yang membentuk sistem perilaku menurut jhonson adalah:
- Ingestif
- Achievement
- Agresif
- Eliminasi
- Sekkksual
- Gabungan atau Tambahan
- Ketergantungan
12. Model Konsep dan Teori Keperawatan Virginia Henderson (Teori Henderson)
Model konsep keperawatan ini adalah model konsep aktifitas sehari-hari dengan memberikan gambaran tugas perawat yaitu mengkaji individu baik yang sakit atau sehat dengan memberikan dukungan.
Pemahaman konsep tersebut dengan didasari kepada keyakinan dan nilai yang dimilikinya diantaranya :
Manusia akan mengalami perkembangan mulai dari pertumbuhan dan perkembangan dalam rentang hidupnya
Dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari individu akan mengalami ketergantungan sejak lahir hingga menjadi mandiri pada dewasa
Dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari individu dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok.
Jadi, pada dasarnya keperawatan menurut henderson adalah membantu individu yang sakit dan yang sehat dalam melaksanakan aktifitas yang memiliki kontribusi terhadap kesehatan dan penyembuhannya.
Sumber : risangari.blogspot.co.id
Senin, 19 Oktober 2015
Teori-Teori Keperawatan
Teori-Teori Keperawatan
Sumber : wikipedia
- Anne Casey: Casey's Model of Nursing
- Betty Neuman: Neuman systems model
- Boykin & Schoenhofer: Nursing As Caring
- Callista Roy: Adaptation model of nursing
- Carl O. Helvie, Dr.P.H.: Helvie energy theory of nursing and health
- Dorothea Orem: Self-care deficit nursing theory
- Helen Erickson: Modeling and Role Modeling
- Hildegard Peplau: Theory of interpersonal relations
- Ida Jean Orlando (Pelletier): Orlando's Nursing Process
- Imogene King: Goal Attainment
- Isabel Hampton Robb
- Katharine Kolcaba: Comfort Theory
- Katie Eriksson: Theory of Caritative Caring
- Madeleine Leininger: Transcultural Nursing Theory
- Katie Love, PhD: Empowered Holistic Nursing Education
- Margaret A. Newman: Health as expanding consciousness theory
- Martha E. Rogers: Science of unitary human beings
- Paterson & Zderad: Humanistic Nursing
- Ramona T Mercer: Maternal role attainment theory
- Rosemarie Rizzo-Parse: Human becoming theory
- Virginia Henderson: Henderson's need theory
- Jean Watson, PhD
- Erickson, Tomlin & Swain: Modeling and Role-Modeling
- Moyra Allen: McGill model of nursing
- Nancy Roper, Winifred W. Logan, and Alison J. Tierney: Roper-Logan-Tierney model of nursing
- Phil Barker: Tidal Model
- Michel Nadot: Cultural mediator model (modèle d'intermédiaire culturel)
Sumber : wikipedia
20 Perawat Paling Terkenal Dalam Sejarah
20 Perawat Paling Terkenal Dalam Sejarah
1. Florence Nightingale (1820 – 1910)
2. Walt Whitman (1819 – 1892)
3. Mary Todd Lincoln (1818 – 1882)
4. Clara Barton (1821 – 1912)
5. Mary Eliza Mahoney (1845 – 1926)
6. Mary Seacole (1805 – 1881)
7. Mary Breckinridge (1881 – 1965)
8. Florence Guinness Blake (1907 – 1983)
9. Edith Cavell (1865 – 1915)
10. Helen Fairchild (1885 – 1918)
11. Elizabeth Grace Neill (1846 – 1926)
12. Margaret Sanger (1879 – 1966)
13. Sophie Mannerheim (1863 – 1928)
14. Hazel W. Johnson-Brown
15. Joyce Slinsky
16. Jeanne Prentice
17. Virginia Avenel Henderson (1897 – 1996)
18. Christiane Reimann (1916 – 1979)
19. Martha Ballard (1734 – 1812)
20. Dorothea Dix (1802 – 1887)
Sumber : onlinebsn
1. Florence Nightingale (1820 – 1910)
2. Walt Whitman (1819 – 1892)
3. Mary Todd Lincoln (1818 – 1882)
4. Clara Barton (1821 – 1912)
5. Mary Eliza Mahoney (1845 – 1926)
6. Mary Seacole (1805 – 1881)
7. Mary Breckinridge (1881 – 1965)
8. Florence Guinness Blake (1907 – 1983)
9. Edith Cavell (1865 – 1915)
10. Helen Fairchild (1885 – 1918)
11. Elizabeth Grace Neill (1846 – 1926)
12. Margaret Sanger (1879 – 1966)
13. Sophie Mannerheim (1863 – 1928)
14. Hazel W. Johnson-Brown
15. Joyce Slinsky
16. Jeanne Prentice
17. Virginia Avenel Henderson (1897 – 1996)
18. Christiane Reimann (1916 – 1979)
19. Martha Ballard (1734 – 1812)
20. Dorothea Dix (1802 – 1887)
Sumber : onlinebsn
Minggu, 18 Oktober 2015
Daftar Perguruan Tinggi Keperawatan di Filipina
Daftar Perguruan Ttinggi Keperawatan di Filipina
Ini adalah daftar sekolah keperawatan di Filipina.
Sumber :
wikipedia
Ini adalah daftar sekolah keperawatan di Filipina.
- Adamson University
- Ago Foundation College - Naga City
- Ago Medical and Educational Center - Legazpi, Albay
- Angeles University Foundation
- Aquinas University - Legazpi, Albay
- Araullo University - Cabanatuan
- Arellano University College of Nursing
- Asian College of Technology
- Asia Pacific College of Advanced Studies
- Ateneo de Davao University
- Ateneo de Naga University
- Ateneo de Zamboanga University
- Baguio Central University
- Baliuag University College of Nursing
- Bataan Peninsula State University
- Benguet State University
- Bicol College - Legazpi, Albay
- Bicol University - Legazpi, Albay
- Brokenshire College
- Bukidnon State University
- Capitol Medical Center Colleges
- Cebu Doctors' University
- Cebu Institute of Technology
- Cebu Normal University
- Cebu Sacred Heart College - Cebu City
- Cebu Technological University (CTU) - Cebu City Medical Center College of Nursing
- Central Philippine University - The first nursing school - started in 1906 and produced the first 3 graduates in 1909.
- Centro Escolar University
- Chinese General Hospital College of Nursing
- Christ the King College
- Colegio de San Lorenzo Ruiz de Manila of Northern Samar, Inc. - Catarman, Northern Samar
- Cor Jesu College
- Davao Doctors College
- Davao Medical School Foundation
- De La Salle Health Sciences Institute
- De La Salle Lipa
- Dominican College of Santa Rosa
- Dr. Carlos S. Lanting College
- Emilio Aguinaldo College
- Far Eastern University Institute of Nursing
- Father Saturnino Urios University - Butuan
- Fernandez College of Arts and Technology
- Our Lady of Fatima University
- Global City Innovative College
- Dr. Gloria D. Lacson College - San Leonardo, Nueva Ecija
- Good Samaritan Colleges Cabanatuan
- Holy Child College of Butuan
- Holy Infant College College of Nursing - Tacloban
- Holy Name University College of Nursing - Tagbilaran, Bohol
- Ifugao State College (ISCAF)
- Iloilo Doctors College
- Immaculate Conception College Albay
- Immaculate Conception College Cabanatuan
- Jose C. Feliciano College
- Jose Rizal University College of Nursing
- Kester Grant College
- La Salle University (Ozamiz City)
- La Fortuna College Cabanatuan
- Liceo de Cagayan University
- Lorma Colleges
- Lourdes College
- Lyceum Institute of Technology - Laguna
- Lyceum of Batangas
- Lyceum of the Philippines University - Manila
- Lyceum - St. Cabrini College of Allied Medicine - Batangas
- Manila Adventist Medical Center and Colleges
- Manila Central University
- Manila Tytana Colleges - formerly Manila Doctors College
- Mariano Marcos State University
- Mati Doctors College
- Metropolitan Medical Center College of Arts, Science and Technology (formerly Metropolitan Hospital College of Nursing)
- Mindanao Medical Foundation College
- Mindanao Sanitarium and Hospital College - Iligan
- Misamis University
- Mountain View College
- New Era University
- Northeastern College - Santiago City
- North Valley College
- Notre Dame of Dadiangas University
- Notre Dame of Jolo College - Jolo, Sulu
- Notre Dame of Kidapawan College
- Notre Dame of Marbel University
- Notre Dame University (Philippines)
- Nueva Ecija Doctors College - Cabanatuan
- Nueva Ecija University of Science and Technology - Cabanatuan
- Notre Dame of Midsayap College- The First Notre Dame School in Asia
- Olivarez College
- Our Lady of Fatima University
- Our Lady of the Pillar Colleges - Cauayan, Isabela
- Pamantasan ng Lungsod ng Maynila College of Nursing
- Philippine Rehabilitation Institute Foundation, Inc.
- Philippine College of Health Sciences, Inc.
- Pines City Colleges
- Polytechnic College of Davao del Sur
- Province of Negros Occidental-Northern Negros State College of Science and Technology School of Nursing
- Doña Remedios Trinidad Romualdez Medical Foundation - Tacloban
- Remedios Trinidad Romualdez Memorial Schools, Inc. - Makati Medical Center
- San Juan De Dios Educational Foundation, Inc.
- San Pedro College
- St. Anthony's College - Antique - The first nursing school in Antique
- St. Ferdinand College - Ilagan, Isabela
- St. Joseph College Cavite City
- Saint Louis University, Baguio City
- St. Luke's College of Nursing, Trinity University of Asia
- Saint Mary's College of Tagum
- Saint Mary's University
- St. Paul University Iloilo
- Silliman University
- Southern Luzon State University
- South Philippine Adventist College
- Southville International School and Colleges
- Southwestern University (Philippines) - Cebu City
- STI College San Pablo - College of Nursing
- Systems Plus College Foundation
- Tabaco College - Tabaco City, Albay
- Tanchuling College - Legazpi City, Albay
- Tarlac State University
- Tomas Claudio Memorial College
- Tomas del Rosario College
- Universidad de Sta. Isabel
- Universidad de Zamboanga
- University of Baguio
- University of Cebu - College of Nursing (formerly Chong Hua Hospital - School of Nursing) - Lapu-Lapu and Mandaue Campus
- University of Iloilo
- University of La Salette - College of Nursing
- University of Mindanao Digos Campus
- University of Perpetual Help System Dalta - Molino
- University of San Agustin
- University of San Carlos
- University of San Jose-Recoletos
- University of Southeastern Mindanao
- University of Southern Philippines Foundation - College of Nursing, Cebu City
- University of Saint La Salle
- University of Santo Tomas College of Nursing
- University of the Cordilleras
- UERMMMC College of Nursing
- University of the Immaculate Conception
- University of the Philippines Manila
- University of the Visayas - Gullas Medical Center
- Visayas State University - Baybay City, Leyte
- West Visayas State University
- Wesleyan University (Philippines) - Cabanatuan
- Xavier University – Ateneo de Cagayan
Sumber :
wikipedia
Langganan:
Postingan (Atom)



















